Close Menu
rasional.corasional.co
    What's Hot

    Kepercayaan Publik terhadap Polri Tembus 82,4 Persen, Kamu Termasuk?

    Juni 27, 2026

    Usai Peserta Meninggal karena TBC, Kemhan Pastikan Latsarmil SPPI Berlanjut

    Juni 27, 2026

    Diserbu Warga, Malam Puncak HUT Jakarta di Bundaran HI Jadi Magnet

    Juni 27, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Kepercayaan Publik terhadap Polri Tembus 82,4 Persen, Kamu Termasuk?
    • Usai Peserta Meninggal karena TBC, Kemhan Pastikan Latsarmil SPPI Berlanjut
    • Diserbu Warga, Malam Puncak HUT Jakarta di Bundaran HI Jadi Magnet
    • Cemburu Berujung Kekerasan, Pelaku Penganiayaan Kedi Golf Ditangkap
    • Harga Minyak Dunia Turun, Pertamina Buka Peluang Turunkan Harga BBM
    • Purbaya Bongkar Efisiensi Besar BGN, Pemangkasan Anggaran Disebut Signifikan
    • Safari Politik ke Lampung, Jokowi Berani Pastikan PSI Lolos Parlemen 2029
    • Empat Kali Kalah Pilpres, Prabowo: Saya Tak Pernah Ganggu Pemerintah
    Facebook X (Twitter) Instagram
    rasional.corasional.co
    Login
    Minggu, Juni 28
    • Nasional
    • Dunia
    • Ekonomi
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Tekno
    • Sport
    • Video
    rasional.corasional.co
    • Nasional
    • Dunia
    • Ekonomi
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Tekno
    • Sport
    • Video
    Beranda » Harga Minyak Dunia Turun, Pertamina Buka Peluang Turunkan Harga BBM
    Ekonomi

    Harga Minyak Dunia Turun, Pertamina Buka Peluang Turunkan Harga BBM

    AINBy AINJuni 27, 2026Tidak ada komentar4 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Telegram Copy Link
    Harga BBM Pertamina
    Harga BBM Pertamina per 1 Juni 2026 kembali disesuaikan. Pertamax Turbo naik menjadi Rp20.750 per liter, sementara Dexlite dan Pertamina Dex turun. (Foto: Unsplash)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

    Jakarta – Memanasnya konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah beberapa waktu lalu sempat mengguncang pasar energi global. Gangguan pasokan minyak dunia menyebabkan lonjakan harga minyak mentah internasional yang berdampak pada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di berbagai negara, termasuk Indonesia.

    Sebagai dampak dari kondisi tersebut, PT Pertamina Patra Niaga melakukan penyesuaian harga BBM non-subsidi yang mulai berlaku pada 10 Juni 2026. Di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter, atau meningkat sekitar 32 persen. Sementara Pertamax Green 95 naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.

    Selain itu, harga Pertamax Turbo ditetapkan sebesar Rp20.750 per liter, Dexlite Rp23.000 per liter, dan Pertamina Dex Rp24.800 per liter. Di sisi lain, pemerintah tetap mempertahankan harga BBM bersubsidi sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat, yakni Pertalite Rp10.000 per liter dan Bio Solar subsidi Rp6.800 per liter.

    Kenaikan harga BBM non-subsidi dilakukan setelah harga minyak dunia melonjak akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Pemerintah menilai penyesuaian tersebut diperlukan untuk menjaga keberlanjutan pasokan energi nasional, sekaligus tetap memberikan perlindungan kepada masyarakat melalui subsidi energi.

    Meski terjadi kenaikan harga BBM non-subsidi, Indonesia masih menjadi salah satu negara dengan harga BBM paling kompetitif di kawasan ASEAN karena kebijakan subsidi pemerintah. Berbeda dengan negara seperti Singapura yang menerapkan mekanisme pasar penuh tanpa subsidi sehingga harga BBM jauh lebih tinggi.

    Kenaikan harga energi tersebut juga mendapat perhatian DPR RI. Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah mengantisipasi dampak kenaikan harga BBM terhadap inflasi, biaya transportasi, serta daya beli masyarakat agar tidak menimbulkan tekanan terhadap perekonomian nasional.

    Namun, di tengah kekhawatiran masyarakat, muncul kabar baik. Penurunan harga minyak mentah dunia dalam beberapa hari terakhir membuka peluang bagi penyesuaian harga BBM non-subsidi di Indonesia.

    Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan, mengatakan dewan komisaris telah mendorong direksi dan manajemen Pertamina untuk segera mengevaluasi harga jual BBM mengikuti tren penurunan harga minyak dunia.

    “Kami dari jajaran dewan komisaris mendorong direksi dan manajemen Pertamina untuk segera menyesuaikan dengan harga minyak dunia yang sudah mulai turun,” ujar Iriawan.

    Meski demikian, ia menegaskan bahwa penyesuaian harga tidak dapat dilakukan secara instan. Pertamina masih harus melakukan evaluasi menyeluruh serta berkoordinasi dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebelum menetapkan kebijakan baru.

    Peluang penurunan harga BBM muncul setelah harga minyak mentah dunia melemah. Pada perdagangan 26 Juni 2026, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berada di kisaran 71,53 dolar Amerika Serikat per barel, sedangkan Brent diperdagangkan sekitar 74,84 dolar Amerika Serikat per barel. Tren ini menunjukkan penurunan dibandingkan saat konflik Timur Tengah memuncak pada awal Juni.

    Menurut Iriawan, mekanisme penetapan harga BBM dilakukan berdasarkan evaluasi berkala sehingga tidak langsung mengikuti perubahan harga minyak dunia setiap hari. Hal tersebut disebabkan BBM yang saat ini dipasarkan berasal dari minyak mentah yang dibeli pada periode sebelumnya.

    “Karena minyak yang sekarang ini prosesnya dari bulan yang lalu dengan harga yang lalu. Tentunya kalau turunnya baru beberapa hari yang lalu, kita akan menyesuaikan nanti,” jelasnya.

    Ia menambahkan sistem tersebut juga bertujuan menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen sehingga masyarakat tidak langsung terdampak oleh fluktuasi harga minyak dunia yang bergerak sangat cepat.

    Sebelum keputusan resmi diumumkan, Pertamina bersama Kementerian ESDM akan menghitung besaran penyesuaian harga yang dinilai sesuai dengan kondisi pasar dan kemampuan fiskal pemerintah.

    “Turunnya berapa rupiah nanti kita lihat ke depan. Tapi insya Allah, mudah-mudahan bisa turun sesuai dengan harapan masyarakat,” kata Iriawan.

    Para ekonom menilai, apabila tren penurunan harga minyak mentah dunia terus berlanjut dan situasi geopolitik mulai stabil, peluang penurunan harga BBM non-subsidi pada awal Juli 2026 cukup terbuka. Meski demikian, keputusan akhir tetap bergantung pada hasil evaluasi Pertamina bersama Kementerian ESDM serta perkembangan harga minyak global dalam beberapa pekan ke depan.

    Di sisi lain, pemerintah juga terus memperkuat strategi ketahanan energi nasional melalui peningkatan cadangan minyak, diversifikasi sumber energi, dan percepatan transisi menuju energi baru terbarukan. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap gejolak harga minyak dunia dan menjaga stabilitas ekonomi nasional dalam jangka panjang.

    (Penulis: Arafi)

    BBM Harga BBM Minyak Mentah Dunia pertamina
    Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticlePurbaya Bongkar Efisiensi Besar BGN, Pemangkasan Anggaran Disebut Signifikan
    Next Article Cemburu Berujung Kekerasan, Pelaku Penganiayaan Kedi Golf Ditangkap
    AIN

    Related Posts

    Ancaman PHK Menguat, Pemerintah Petakan Perusahaan Berisiko

    Juni 26, 2026

    Harga Emas Turun dari Puncaknya, Tapi Masih Naik 245 Persen dalam Enam Tahun

    Juni 26, 2026

    Skema Bagi Hasil Grab Indonesia 8 Persen Resmi Meluncur Mulai 1 Juli

    Juni 24, 2026

    Pelaku Usaha Marketplace Wajib Punya BPJS untuk Masuk Ekosistem Digital

    Juni 24, 2026

    Prabowo Setujui KPR Subsidi 40 Tahun, Bunga Tetap 5 Persen

    Juni 24, 2026

    Kejagung Selamatkan Rp379 Triliun, Denda Rp40,3 Triliun Masih Diburu

    Juni 24, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Kepercayaan Publik terhadap Polri Tembus 82,4 Persen, Kamu Termasuk?

    By MartinJuni 27, 2026

    JAKARTA – Kepercayaan publik terhadap Polri mencapai 82,4 persen berdasarkan survei Litbang Kompas di 38…

    Usai Peserta Meninggal karena TBC, Kemhan Pastikan Latsarmil SPPI Berlanjut

    Juni 27, 2026

    Diserbu Warga, Malam Puncak HUT Jakarta di Bundaran HI Jadi Magnet

    Juni 27, 2026
    Top Trending

    Kepercayaan Publik terhadap Polri Tembus 82,4 Persen, Kamu Termasuk?

    By MartinJuni 27, 2026

    JAKARTA – Kepercayaan publik terhadap Polri mencapai 82,4 persen berdasarkan survei Litbang…

    Usai Peserta Meninggal karena TBC, Kemhan Pastikan Latsarmil SPPI Berlanjut

    By MartinJuni 27, 2026

    JAKARTA – Kementerian Pertahanan (Kemhan) memastikan Latsarmil SPPI tetap berlanjut setelah peserta…

    Diserbu Warga, Malam Puncak HUT Jakarta di Bundaran HI Jadi Magnet

    By MartinJuni 27, 2026

    JAKARTA – Warga memadati kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, untuk menyaksikan Malam…

    © 2026 RASIONAL.CO
    • Privacy Policy
    • Terms of Service
    • Extra Crunch Terms
    • Code of Conduct

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?