JAKARTA – Kepercayaan publik terhadap Polri mencapai 82,4 persen berdasarkan survei Litbang Kompas di 38 provinsi. Angka itu naik dari 76,2 persen pada 2025 karena masyarakat menilai pelayanan kepolisian semakin baik.
Survei berlangsung pada 9-18 April 2026 terhadap 1.200 responden melalui wawancara tatap muka. Litbang Kompas menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
“Kami memandang kepercayaan masyarakat merupakan amanah yang harus dijaga melalui kerja nyata,” kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir di Jakarta, Jumat(26/6/26).
Kepercayaan Publik terhadap Polri Terus Menguat
Selain tingkat kepercayaan, citra positif Polri juga meningkat menjadi 71,5 persen. Pada tahun sebelumnya, angka citra positif tercatat sebesar 64,4 persen.
Tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan Polri turut naik menjadi 67,6 persen. Responden yang pernah berinteraksi langsung dengan polisi memberikan nilai profesionalisme sebesar 8,37.
Penilaian profesionalisme itu meningkat dibandingkan tahun lalu yang berada di angka 7,76. Penilaian mencakup 20 aspek pelayanan, mulai pengurusan SIM hingga patroli keamanan.
Penguatan Layanan Jadi Fokus Polri
Sebanyak 80 persen responden menilai kantor polisi kini semakin nyaman bagi masyarakat. Bahkan, 80,6 persen responden menyebut kinerja Polri lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.
Johnny mengatakan Polri akan terus memperkuat profesionalisme personel dan menghadirkan inovasi pelayanan. Polri juga memperkuat SPKT Presisi, Call Center 110 selama 24 jam, serta evaluasi layanan secara berkelanjutan.

