PALU – Warga di sejumlah wilayah Kota Palu mengantre di SPBU setelah gempa magnitudo 6,7 mengguncang daerah itu. Antrean kendaraan terlihat mengular di sejumlah SPBU karena warga ingin mengisi BBM untuk berjaga-jaga.
Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan tumpah hingga ke badan jalan. Kondisi itu terjadi tidak lama setelah gempa mengguncang Kota Palu.
Rinaldi warga setempat mengaku langsung mengisi bahan bakar kendaraannya setelah merasakan gempa tersebut. “Trauma 28 September 2018, jadi begitu ada gempa langsung cari BBM. Jaga-jaga kalau listrik mati lama, tidak ada BBM di kendaraan,” kata Rinaldi dikutip dari Kumparan, Selasa(16/6/26).
Antrean SPBU Palu Mengular
Salah satu SPBU yang diserbu warga berada di Jalan Pramuka, Kota Palu. Antrean kendaraan di lokasi itu mencapai perempatan Jalan Sudirman.
Kepadatan kendaraan menyebabkan lalu lintas di sekitar SPBU mengalami kemacetan. Pengendara harus mengantre panjang untuk mendapatkan bahan bakar.
Warga memilih mengisi BBM karena khawatir terjadi gangguan pascagempa. Kekhawatiran itu dipengaruhi pengalaman saat gempa dan tsunami 2018.
Dampak Gempa Picu Kekhawatiran Warga
Gempa yang terjadi memicu respons cepat dari sebagian warga Kota Palu. Mereka mendatangi SPBU untuk memastikan ketersediaan bahan bakar kendaraan.
Antrean panjang terlihat di beberapa titik SPBU yang melayani masyarakat. Aktivitas pengisian BBM terus berlangsung di tengah kepadatan kendaraan.
Warga berharap pasokan BBM tetap tersedia setelah gempa mengguncang wilayah tersebut. Mereka juga terus memantau perkembangan situasi pascagempa di Kota Palu.

