Jakarta – Film Gudang Merica, sebuah karya terbaru dari sutradara Imam Darto, menyuguhkan kombinasi unik antara horor, komedi, dan drama dunia medis yang siap meneror sekaligus menghibur penonton bioskop Indonesia.
Film produksi Multivision Pictures dan Pabrik Cerita ini menjanjikan pengalaman sinematik yang intens melalui akting memukau para pemerannya di lokasi yang ekstrem.
Nyaris Jatuh dari Tebing saat Syuting
Proses pengambilan gambar film ini menyimpan cerita ketegangan yang nyata di balik layar. Aktor Bonar Manalu mengungkapkan bahwa salah satu adegan pengejaran di area terbuka hampir memakan korban jiwa karena medan yang berbahaya. Para pemain harus melakukan aksi lari cepat di area tebing yang membuat mereka sulit mengendalikan kecepatan.
“Ada satu teman saya hampir meninggal. Jadi kita tuh ada adegan di tebing gitulah. Kita lari dan harus menghindari, (ceritanya) mengejar orang. Kita nggak bisa ngerem. Jadi teman saya si Ristek ini sampai mau jatuh dari tebing,” ujar Bonar.
Bonar menjelaskan bahwa kemampuan adaptasi menjadi kunci utama karena sutradara sering memberikan arahan spontan di lokasi syuting.
Teror Lorong Gelap Rumah Sakit Tua
Selain ancaman fisik di alam terbuka, para pemeran menghadapi tantangan mental saat menjalani syuting di sebuah rumah sakit lama di kawasan Kaliurang, Yogyakarta.
Aktris Rizky Inggar membeberkan bahwa sebagian besar adegan mengambil latar lorong panjang dengan pencahayaan yang sangat minim, terutama saat pengambilan gambar pada malam hari.
“Banyak adegan malam di rumah sakit yang cukup gelap. Saat lampu dimatikan, suasananya benar-benar berbeda,” tutur Rizky Inggar.
Cuaca Yogyakarta yang tidak menentu serta gangguan dari kawanan monyet liar di sekitar lokasi turut mewarnai dinamika produksi. Meski penuh tantangan, seluruh kru dan pemain menganggap pengalaman ini sebagai faktor penguat chemistry untuk film yang dijadwalkan tayang pada 21 Mei 2026 mendatang.

