Jakarta – Piala Thomas 2026 mencatatkan sejarah kelam bagi bulu tangkis Indonesia setelah tim Thomas Indonesia dipastikan gagal melangkah ke fase gugur untuk pertama kalinya.
Kegagalan dramatis di babak penyisihan grup ini menjadi sorotan tajam lantaran Indonesia kehilangan dominasinya di hadapan Prancis dan Thailand.
Rekor Buruk Sepanjang Sejarah
Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Eng Hian, langsung menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas hasil mengecewakan ini. Tim Merah Putih terpaksa mengakhiri perjalanan lebih awal setelah hanya mampu menempati peringkat ketiga di Grup D secara matematis.
Kekalahan selisih margin set dari Thailand dan Prancis menutup rapat peluang Fajar Alfian dan kawan-kawan untuk melaju ke babak perempat final.
“Atas nama PBSI, saya memohon maaf karena belum bisa memberikan hasil yang terbaik untuk Thomas Cup kali ini. Harus kami akui Prancis tampil lebih baik dari kami,” ungkap Eng Hian melalui keterangan resmi, Kamis (30/4).
Dominasi Prancis yang Tak Terbendung
Prancis membungkam perlawanan Indonesia dengan skor telak 1-4 pada laga hidup-mati penentuan tiket fase gugur. Hasil ini menempatkan Indonesia di bawah Prancis dan Thailand yang memimpin klasemen dengan perolehan poin sama. Eng Hian menilai lawan mampu membaca situasi dengan lebih jeli sepanjang pertandingan berlangsung.
“Kami menerima hasil ini dan mengakui keunggulan tim Prancis yang mampu memanfaatkan peluang dengan sangat baik di setiap partai,” tambah Eng Hian.
Kekalahan ini melampaui catatan buruk tahun 2012, saat Indonesia terhenti di babak perempat final. Pasca kegagalan ini, PP PBSI menegaskan komitmen untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap performa atlet guna memperbaiki prestasi bulu tangkis Indonesia di kancah internasional.

