Jakarta – Rumor Cesc Fabregas Pelatih Chelsea dan Barcelona menjadi sorotan tajam setelah performa buruk The Blues di Liga Inggris memicu pencarian manajer baru.
Nama juru taktik Como 1907 tersebut muncul sebagai kandidat kuat pengganti Liam Rosenior yang baru saja didepak dari kursi kepelatihan Stamford Bridge.
Namun, tawaran menggiurkan dari London Barat ini justru mendapat peringatan keras dari mantan bintang Arsenal dan Chelsea, Emmanuel Petit.
Kekacauan Internal di Stamford Bridge
Chelsea saat ini terjerembap dalam tren negatif setelah menelan lima kekalahan beruntun tanpa mencetak satu gol pun di Premier League. Ketidakstabilan manajerial yang berlangsung selama beberapa musim terakhir membuat banyak pihak meragukan masa depan pelatih mana pun yang masuk ke klub tersebut.
Sebaliknya, Fabregas justru sedang menikmati masa keemasan bersama Como setelah berhasil membawa klub tersebut promosi ke Serie A dan kini bersaing memperebutkan tiket Liga Champions.
Emmanuel Petit secara terbuka melarang Fabregas mengambil risiko besar dengan menangani mantan klubnya itu.
“Cesc Fabregas ke Chelsea? Tidak, tidak, tidak. Jika harus memilih antara Chelsea dan Barcelona, jelas pilih Barcelona, bukan Chelsea. Chelsea adalah kekacauan, benar-benar kacau,” tegas Petit dalam wawancaranya dengan Andy’s Bet Club.
Barcelona Sebagai Pelabuhan Logis
Petit menilai kembalinya Fabregas ke Camp Nou jauh lebih masuk akal daripada harus terjun ke dalam badai di London. Kedekatan emosional dan pemahaman mendalam terhadap filosofi Blaugrana menjadi modal utama yang tidak dimiliki Chelsea saat ini. Dukungan terhadap pelatih asal Spanyol yang sedang mendominasi sepak bola Eropa turut memperkuat argumen ini.
“Fabregas kembali ke Barcelona sangat masuk akal. Dia tahu klub, kota, dan DNA permainan mereka. Dengan pemain seperti Lamine Yamal, dia bisa membangun sesuatu yang besar,” lanjut Petit.
Mantan pemain timnas Prancis itu menambahkan bahwa keputusan Fabregas akan sangat bergantung pada batas maksimal yang bisa ia capai bersama Como sebelum akhirnya memutuskan untuk melangkah ke level yang lebih tinggi.

