Jakarta – Timnas Indonesia bersiap menghadapi tantangan besar dari tim Eropa, Bulgaria, dalam laga final FIFA Series yang dijadwalkan berlangsung pada Senin (30/3).
Kemenangan atas St Kitts and Nevis jadi modal penting bagi skuad Garuda, meskipun pelatih Timnas Indonesia, John Herdman menekankan perlunya evaluasi mendalam sebelum partai puncak tersebut digelar.
John Herdman memberikan sorotan tajam pada performa tim pada awal laga yang dianggap kurang disiplin. Strategi rotasi pemain telah dijalankan guna menjaga kebugaran fisik skuad menjelang pertandingan penentu di lokasi yang sama.
“Jadi, saya senang dengan elemen-elemen malam ini, tetapi ini baru permulaan. Saya pikir perjalanan kami masih panjang, dan kami akan menghadapi pertandingan yang sulit melawan Bulgaria yang akan datang,” ungkap John Herdman.
Evaluasi Kohesi Taktis
Fokus utama pembenahan tim terletak pada kekompakan pemain di lapangan. John Herdman mengidentifikasi adanya penurunan kedisiplinan taktis pada 15 menit awal pertandingan, di mana beberapa pemain cenderung bergerak di luar skema yang telah ditetapkan.
“Ini tentang kohesi taktis. Saya merasa bahwa di 15 menit pertama tim ini, untuk periode tertentu, menjadi terlalu bersemangat. Jadi orang-orang melakukan hal mereka sendiri untuk beberapa periode,” tambahnya.
Ancaman Lini Serang Bulgaria
Kedisiplinan menjadi harga mati saat bersua tim sekelas Bulgaria. Kesalahan sekecil apa pun di menit-menit awal dapat berakibat fatal bagi pertahanan Indonesia mengingat efektivitas serangan tim lawan yang sangat tinggi.
“Jika kita melakukan itu melawan Bulgaria, kita akan mati di 10 menit pertama. Mereka akan membunuh kita. Jadi para pemain harus berkomitmen pada cetak biru taktis melawan tim seperti Bulgaria sejak menit pertama,” tegas mantan pelatih timnas Kanada itu.
Ia juga memperingatkan bahwa mentalitas pemenang harus muncul sejak peluit pertama dibunyikan. “Kami tidak bisa menunggu 10, 15 menit untuk menyatu dan terhubung. 15 menit pertama harus memulai lebih kuat dengan mentalitas yang lebih baik karena jika tidak, akan dihukum,” pungkasnya.

