jakarta – Lampu-lampu Stadion Parc des Princes masih menyala terang saat sorak-sorai pendukung tuan rumah membelah kesunyian malam di Paris, Minggu (22/2) dini hari WIB. Di atas rumput hijau, para pemain Paris Saint-Germain (PSG) tampak menari-nari dengan bola, seolah sedang mempertontonkan kelas yang berbeda jauh dari tamunya, Metz.
Tanpa butuh waktu lama untuk memanaskan mesin, skuat asuhan Luis Enrique ini langsung mengunci kemenangan telak 3-0 yang sekaligus mengantarkan ke takhta tertinggi klasemen sementara Liga Prancis.
Dominasi Kilat Desire Doue
Pertandingan baru berumur tiga menit ketika tribun stadion bergetar. Berawal dari umpan terobosan cerdik Warren Zaire-Emery, Desire Doue berhasil meloloskan diri dari jebakan offside lawan. Dengan ketenangan luar biasa, Doue menggiring bola masuk ke jantung pertahanan sebelum melepaskan tembakan yang gagal diantisipasi kiper Metz, Jonathan Fischer. Gol cepat ini seolah menjadi sinyal bahwa tim tamu akan menjalani malam yang sangat panjang.
Dominasi tuan rumah terus berlanjut hingga penghujung babak pertama. Tepat pada menit ke-45+3, Bradley Barcola mencatatkan namanya di papan skor setelah mengonversi assist matang dari Goncalo Ramos. Keunggulan 2-0 menutup paruh pertama dengan kendali penuh di tangan Les Parisiens. Pelatih Luis Enrique memberikan apresiasi tinggi terhadap intensitas serangan anak asuhnya sejak peluit pertama dibunyikan.
“Tim menunjukkan rasa lapar sejak detik pertama. Gol cepat Desire Doue memberikan kami kenyamanan untuk mengontrol sisa pertandingan dengan gaya bermain kami sendiri,” ujar Luis Enrique dalam sesi konferensi pers usai laga.
Puncak Klasemen dan Derita Metz
Memasuki babak kedua, kendali permainan tidak sedikit pun berpindah tangan. Meski Metz mencoba merapatkan barisan, skema serangan balik cepat PSG terbukti mematikan. Pada menit ke-77, Lucas Hernandez memenangkan duel perebutan bola dan langsung mengirimkan umpan presisi kepada Goncalo Ramos. Penyerang asal Portugal itu menyudahi perlawanan Metz dengan tembakan keras ke sudut kiri gawang yang mengubah skor menjadi 3-0.
Kemenangan ini memastikan PSG mengantongi 54 poin dari 23 pertandingan, sekaligus mengudeta posisi Lens dengan selisih dua poin. Di sisi lain, kekalahan ini semakin membenamkan Metz di dasar klasemen dengan raihan hanya 13 poin. Efektivitas serangan balik menjadi kunci penutup pesta gol di Paris malam itu.
“Kami menunggu momentum yang tepat untuk menghukum mereka lewat transisi. Umpan Lucas sangat sempurna, dan tugas penyelesaian akhir menjadi lebih mudah,” pungkas Goncalo Ramos.

