Jakarta – Atmosfer neraka Stadion Rams Park, Istanbul, benar-benar membakar nyali Si Nyonya Tua pada Rabu (18/2) dini hari WIB. Sorak-sorai suporter tuan rumah berubah menjadi simfoni kemenangan saat jala gawang Juventus bergetar lima kali, meninggalkan raksasa Italia itu dalam kondisi lunglai dan penuh luka di leg pertama playoff 16 besar Liga Champions.
Hujan Gol dan Petaka Kartu Merah
Pertandingan berjalan panas sejak peluit pertama dibunyikan. Juventus sebenarnya sempat memberikan perlawanan sengit lewat aksi individu Kenan Yildiz, namun tuan rumah justru membuka keran gol lebih dulu pada menit ke-15. Gabriel Sara menyambar bola liar hasil halauan tak sempurna pertahanan lawan untuk mengubah skor menjadi 1-0.
Keunggulan tersebut hanya bertahan semenit. Teun Koopmeiners langsung membalas lewat sepakan terukur yang membuat skor imbang. Bahkan, gelandang asal Belanda itu sempat membawa Juventus berbalik unggul 2-1 pada menit ke-32 setelah mengonversi umpan matang Weston McKennie. Namun, keajaiban Juventus berhenti di situ.
Dominasi Singa Istanbul di Babak Kedua
Memasuki paruh kedua, Galatasaray mengamuk. Noa Lang menyamakan kedudukan pada menit ke-49, disusul tandukan Davinson Sanchez yang memanfaatkan umpan tendangan bebas Gabriel Sara pada menit ke-60.
Mimpi buruk Juventus makin nyata saat pemain pengganti, Juan Cabal, menerima kartu kuning kedua pada menit ke-67 akibat melanggar Baris Alper Yilmaz.
Bermain dengan 10 orang membuat pertahanan tim tamu rontok. Noa Lang mencetak gol keduanya pada menit ke-75 setelah menerima assist dari Victor Osimhen. Pesta gol ditutup oleh manuver Sacha Boey pada menit ke-86 yang mengunci kemenangan telak 5-2 untuk wakil Turki tersebut.
Kekalahan ini menempatkan beban berat di pundak Juventus. Pada leg kedua yang akan digelar di Stadion Allianz, Turin, Kamis dini hari mendatang, kemenangan dengan selisih minimal empat gol menjadi harga mati jika ingin mengamankan tiket ke babak 16 besar.

