Jakarta – Suasana panas di Stadion Giuseppe Meazza belum mendingin meski peluit panjang sudah berbunyi. Di balik kemeriahan kemenangan tipis Inter Milan, terselip wajah geram manajemen Juventus yang merasa “dirampok” oleh keputusan pengadil lapangan.
Derby d’Italia pekan ke-25 ini bukan sekadar panggung adu taktik, melainkan drama kartu merah yang mengubah napas pertandingan menjadi sesak bagi Si Nyonya Tua.
Direktur Sepak Bola Juventus, Giorgio Chiellini, tidak mampu menutupi kekecewaannya atas kekalahan 2-3 yang diderita timnya. Legenda Juventus, ini menunjuk hidung wasit Federico La Penna dan sistem VAR sebagai biang kerok hancurnya kualitas laga bertajuk Grande Partita tersebut.
“Sulit untuk membicarakan sepak bola setelah apa yang terjadi hari ini. Sesuatu yang tidak dapat diterima telah terjadi lagi, dan Anda tidak bisa merusak pertandingan sepenting ini,” ujar Chiellini sebagaimana dikutip dari laman resmi klub.
Kontroversi Kartu Merah ‘Sentuhan Minim’
Titik didih kemarahan Juventus bermula pada menit ke-42. Gelandang Pierre Kalulu harus mandi lebih cepat setelah menerima kartu kuning kedua. Keputusan ini memicu protes keras karena Kalulu dinilai hanya melakukan sentuhan sangat minim terhadap Alessandro Bastoni. Meski Kalulu meminta wasit meninjau ulang melalui layar VAR, peraturan protokol menyatakan bahwa kartu kuning kedua tidak termasuk dalam cakupan tinjauan teknologi tersebut.
Kalah jumlah pemain tak membuat nyali Si Nyonya Tua menciut. Perlawanan gigih sempat ditunjukkan melalui gol Andrea Cambiaso dan Manuel Locatelli yang menyamakan kedudukan dua kali. Namun, perjuangan sepuluh pemain Juventus akhirnya runtuh tepat di menit ke-90 lewat sepakan Piotr Zielinski yang mengunci kemenangan bagi tuan rumah.
Tuntutan Revolusi Struktur Liga
Bagi pihak manajemen, hasil pertandingan ini menjadi alarm keras bagi otoritas sepak bola Italia. Kesalahan perangkat pertandingan dianggap bukan lagi sekadar khilaf manusiawi, melainkan cermin dari bobroknya sistem liga yang tidak segera dibenahi.
“Ini adalah pertunjukan yang kita sajikan untuk dunia, kita perlu mengubah sesuatu segera, tanpa membuang waktu, seperti yang sering terjadi di sepak bola Italia. Sejak awal tahun, kami telah mengatakan bahwa tidak ada struktur yang memadai untuk liga. Kita tidak bisa terus seperti ini. Keputusan seperti yang dibuat malam ini tidak bisa dianggap enteng,” tegas Chiellini.

