Jakarta – Timnas Futsal Indonesia siap menghadapi laga hidup mati melawan Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026 yang akan berlangsung di Indonesia Arena, Jakarta, Kamis (5/2) pukul 19.00 WIB.
Pertandingan ini menjadi panggung reuni emosional bagi dua penggawa Garuda, Ahmad Habiebie dan Syauqi Saud, yang akan menantang mantan pelatih mereka, Kensuke Takahashi, demi memperebutkan tiket ke partai puncak.
Pertemuan ini membawa bumbu nostalgia sekaligus ambisi besar bagi skuat Merah Putih. Kensuke Takahashi, yang kini menahkodai timnas Jepang, merupakan sosok yang sempat membangun fondasi futsal Indonesia selama tiga tahun sejak 2018. Kini, ia datang sebagai rintangan terakhir bagi Indonesia untuk mencetak sejarah baru di level Asia.
Ambisi Habiebie dan Kenangan Semifinal 2019
Kiper andalan Indonesia, Ahmad Habiebie, tidak bisa menyembunyikan antusiasmenya menghadapi sang mentor. Habiebie memiliki sejarah panjang bersama Kensuke, terutama saat membawa Indonesia menjadi semifinalis Piala Asia Futsal U-20 pada 2019 silam.
“Ya, kebetulan ketemu mantan pelatih timnas juga. Juga mantan pelatih timnas U-20 saya juga kan. Jadi ya sangat ambisi banget sih,” ungkap Habiebie dengan nada optimis usai mengandaskan Vietnam di babak perempat final.
Kemenangan 3-2 atas Vietnam pada Selasa lalu menjadi modal berharga bagi Habiebie dan kolega. Baginya, menghadapi Jepang yang dilatih Kensuke bukan sekadar laga biasa, melainkan pembuktian perkembangan futsal tanah air setelah ditinggal pelatih asal Jepang tersebut.
Misi Balas Dendam Syauqi Saud
Senada dengan Habiebie, Syauqi Saud menegaskan bahwa hubungan masa lalu dengan Kensuke tidak akan melunakkan daya juang di lapangan. Pemain klub Bintang Timur Surabaya ini menaruh perhatian besar pada misi balas dendam atas kekalahan tipis 2-3 dari Jepang pada Piala Asia Futsal empat tahun lalu di Kuwait.
Syauqi menekankan bahwa fokus utama tim saat ini adalah memberikan segalanya demi kehormatan negara. Ia berjanji akan tampil spartan tanpa memedulikan siapa yang berdiri di kursi pelatih lawan.
“Ya, namanya bertarung ya kita bakal habis-habisan lah. Enggak ada pandang-pandang apa, yang penting habis-habisan aja gitu untuk memenangkan pertandingan,” tegas Syauqi.
Mengenai peluang kemenangan, Syauqi memilih untuk tetap rendah hati namun tetap kompetitif. “Kami enggak bisa janjikan kemenangan, tapi kami bisa janji kami memberikan yang terbaik lah untuk tanah air ini di semifinal nanti. Itu yang bisa kami janji,” pungkasnya.

