Jakarta – Bayangkan sebuah monster aspal bertenaga satu megawatt menderu di lintasan balap, namun tiba-tiba rencana tersebut sirna hanya karena coretan grafik di selembar kertas oleh seorang insinyur jenius di markas Bugatti, Molsheim, beberapa tahun silam.
Frank Heyl, Direktur Desain Bugatti, baru saja mengungkap rahasia besar mengenai proyek “MegaWatt Veyron” yang gagal meluncur demi ambisi mengejar kecepatan fantastis 450 km/jam melalui kelahiran sang penerus, Bugatti Chiron.
Grafik Maut Ferdinand Piëch
Sebelum Chiron mengguncang dunia dengan 1.479 HP, tim desain Bugatti sebenarnya sempat merencanakan jembatan antara Veyron dan model baru melalui mesin MegaWatt yang setara dengan 1.341 HP.
Angka tersebut dianggap sebagai angka “bulat” yang sempurna untuk strategi pemasaran kaum jetset. Namun, rencana matang tersebut buyar seketika saat Ferdinand Piëch, bos besar Volkswagen Group kala itu, masuk ke ruangan membawa data teknis buatannya sendiri.
“Hingga seorang tuan bernama Ferdinand Piëch berjalan melewati pintu dengan membawa serangkaian grafik. Dia adalah seorang insinyur, jadi dia menggambar grafik itu sendiri—tenaga versus gaya hambat (drag),” ungkap Frank Heyl dalam wawancaranya dengan Top Gear.
Piëch secara tegas menyatakan bahwa jika ingin menembus kecepatan 450 km/jam, angka 1.341 HP tidak akan pernah cukup.
Transformasi Total Menuju Chiron
Keputusan Piëch untuk menolak proyek MegaWatt bukan tanpa alasan teknis yang kuat. Struktur fisik Veyron dinilai sudah mencapai batas maksimal dan tidak sanggup menahan beban aerodinamika jika dipaksa berlari lebih kencang dari rekor Veyron Super Sport di angka 267,8 mph (431 km/jam).
Piëch menghitung bahwa tenaga minimal yang dibutuhkan adalah 1.500 PS agar mobil bisa menembus dinding 280 mph atau sekitar 450 km/jam. Heyl menjelaskan bahwa hambatan fisik pada bodi Veyron menjadi kendala utama.
“Untuk mencapai 450 km/jam, diperlukan bagian belakang model cut-off seperti yang diimplementasikan pada Chiron, serta saluran udara (intake) yang jauh lebih besar,” jelas Heyl.
Alhasil, proyek MegaWatt resmi dikubur dan seluruh energi dialihkan untuk menciptakan Chiron yang kini dikenal sebagai salah satu mahakarya otomotif tercanggih di abad ke-21.

