Close Menu
rasional.corasional.co
    What's Hot

    Prabowo Terima Mushaf di Momentum 100 Tahun Gontor

    September 19, 2026

    Kisah Rel Pesisir Utara Jawa: Dulu Angkut Komoditas, Kini Menggerakkan Jutaan Perjalanan

    September 19, 2026

    Telkom Integrasikan AI, Cloud, dan Keamanan Siber lewat SCALE

    September 19, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Prabowo Terima Mushaf di Momentum 100 Tahun Gontor
    • Kisah Rel Pesisir Utara Jawa: Dulu Angkut Komoditas, Kini Menggerakkan Jutaan Perjalanan
    • Telkom Integrasikan AI, Cloud, dan Keamanan Siber lewat SCALE
    • Kalbar Terbanyak, Polri Tangani 65 Perkara Karhutla
    • Presiden Prabowo Tegaskan Pendidikan Negeri SD hingga Universitas Harus Gratis
    • PSEL Bogor Raya 1 Olah 1.500 Ton Sampah per Hari Jadi Listrik
    • Bahlil ke Pemilik BMW dan Mobil Mewah: Jangan Pakai BBM Subsidi
    • AI Makin Sulit Diprediksi, Regulasi Harus Cepat Beradaptasi
    rasional.corasional.co
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube WhatsApp TikTok
    Login
    Minggu, September 20
    • Nasional
    • Politik
    • Dunia
    • Ekonomi
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Tekno
    • Sport
    • Video
    rasional.corasional.co
    • Nasional
    • Politik
    • Dunia
    • Ekonomi
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Tekno
    • Sport
    • Video
    Home»Ekonomi»AI Bikin Penipuan Makin Canggih, Kerugian Capai Rp9,1 Triliun
    Ekonomi

    AI Bikin Penipuan Makin Canggih, Kerugian Capai Rp9,1 Triliun

    Bayu PratamaBy Bayu PratamaAgustus 21, 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Copy Link WhatsApp
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Copy Link Telegram WhatsApp

    Jakarta – Perkembangan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) membuat penipuan siber semakin sulit dikenali. Teknologi seperti deepfake dan suara sintetis kini dapat dimanfaatkan untuk meniru orang terdekat maupun tokoh terkenal.

    Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyebut gelombang penipuan berbasis AI telah menyebabkan kerugian Rp9,1 triliun.

    Ancaman tersebut menunjukkan perubahan karakter kejahatan siber. AI tidak hanya digunakan untuk memperkuat pertahanan, tetapi juga mempercepat kemampuan pelaku dalam membuat serangan yang lebih berkualitas dan menjangkau lebih banyak korban.

    “AI tidak menciptakan ancaman ini dari ketiadaan, tetapi mempercepat perkembangan, kualitas, dan jangkauannya,” ujar Nezar dalam Kaspersky’s Academic Partners Summit 2026 di Jakarta Pusat, Rabu (19/8/2026).

    Perserikatan Bangsa-Bangsa juga memperkirakan kerugian akibat penipuan daring di kawasan Asia-Pasifik dapat mencapai US$114 miliar pada tahun ini.

    • Baca juga: Intelhan Kemhan-Unhan RI: Strategi Pertahanan Indonesia Harus Adaptif Hadapi Ancaman Lintas Domain di Era Digital
    Baca Juga :  Mudahkan Transaksi Lintas Negara, Tanda Tangan Digital Bakal Distandardisasi

    Kondisi tersebut membuat pemerintah menilai keamanan tidak bisa lagi ditempatkan sebagai langkah setelah serangan terjadi. Sistem dan proses bisnis harus dirancang dengan mempertimbangkan keamanan sejak tahap awal.

    “Kita perlu bergeser ke desain atau proses bisnis yang mengutamakan keamanan. Ini yang kita sebut sebagai security by design,” kata Nezar.

    Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun tata kelola keamanan AI yang tetap memungkinkan inovasi berkembang, tetapi dibarengi keamanan, akuntabilitas, dan ketahanan.

    Kemkomdigi juga mendorong penguatan infrastruktur anti-scam, pencegahan pada tingkat operator, serta verifikasi pengguna dengan memanfaatkan AI.

    Menurut Nezar, sistem deteksi penipuan yang diterapkan secara nasional juga harus dapat digunakan seluruh masyarakat, termasuk mereka yang berada di wilayah pedesaan.

    Baca Juga :  Dear Diesel User! Biosolar B50 Siap Masuk SPBU, Pertamina Pasok ke 2 Kawasan Ini

    Selain ancaman penipuan, perkembangan AI menghadirkan persoalan lain ketika teknologi mulai masuk ke pengambilan keputusan dan hubungan sosial.

    Dalam acara Philo Connect di Jakarta Barat pada hari yang sama, Nezar menyebut AI berpotensi menimbulkan unintended consequences ketika mampu melakukan profiling dan membangun hubungan sintetik dengan manusia.

    Perkembangan menuju embodied AI, seperti robot humanoid yang dapat berinteraksi langsung dengan manusia, dinilai akan membuat persoalan tersebut semakin kompleks.

    Dengan dukungan large language model, robot dapat bercakap-cakap, mengenali lawan bicara, melakukan profiling, hingga membangun synthetic relations.

    “Orang merasa bahwa dia lebih bisa percaya sama mesin ketimbang dengan manusia,” ujar Nezar.

    Karena itu, menurut Nezar, perkembangan AI tidak cukup dilihat dari kemampuan teknologinya. Kemampuan manusia untuk berpikir kritis dan reflektif tetap diperlukan untuk menentukan nilai, tujuan, serta dampak penggunaan AI.

    Baca Juga :  Honor Magic8 Lite Bawa Baterai Jumbo Tapi Spek Loyo

    Dari sisi regulasi, Kemkomdigi tengah mengembangkan peraturan pelaksana Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi serta Rancangan Undang-Undang Keamanan dan Ketahanan Siber.

    Pemerintah juga mendorong pertukaran intelijen ancaman antara industri dan pemerintah, pengembangan deteksi ancaman berbasis AI, serta penguatan talenta keamanan siber melalui kolaborasi universitas dan industri.

    Pengalaman serangan terhadap Pusat Data Nasional menjadi salah satu pelajaran penting. Menurut Nezar, insiden tersebut menunjukkan perlunya mengubah pendekatan keamanan siber dari reaktif menjadi preventif.

    “Pengalaman itu telah memberi kita pelajaran yang sangat berharga,” katanya.

    Dengan demikian, tantangan AI bukan sekadar bagaimana memanfaatkan teknologi yang semakin canggih, tetapi bagaimana memastikan sistem digital sejak awal mampu menghadapi penyalahgunaan, melindungi pengguna, dan tetap menempatkan manusia sebagai pengambil keputusan yang kritis.

    Tampilan penuh:12
    AI Artificial Intelligence Cyber Security Digital Komdigi Nezar Patria
    Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleIntelhan Kemhan-Unhan RI: Strategi Pertahanan Indonesia Harus Adaptif Hadapi Ancaman Lintas Domain di Era Digital
    Next Article Bukan Sekadar Cari Kerja, Mahasiswa Didorong Jadi Eksportir

    Berita Terkait

    Kisah Rel Pesisir Utara Jawa: Dulu Angkut Komoditas, Kini Menggerakkan Jutaan Perjalanan

    September 19, 2026

    Telkom Integrasikan AI, Cloud, dan Keamanan Siber lewat SCALE

    September 19, 2026

    PSEL Bogor Raya 1 Olah 1.500 Ton Sampah per Hari Jadi Listrik

    September 18, 2026

    Bahlil ke Pemilik BMW dan Mobil Mewah: Jangan Pakai BBM Subsidi

    September 18, 2026

    AI Makin Sulit Diprediksi, Regulasi Harus Cepat Beradaptasi

    September 18, 2026

    Kupas Tuntas iPhone 18 Pro dan Pro Max: Definisi “Pro” Sesungguhnya dari Apple

    September 17, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Prabowo Terima Mushaf di Momentum 100 Tahun Gontor

    MartinSeptember 19, 2026

    PONOROGO – Presiden Prabowo Subianto menerima Mushaf Al-Qur’an Gontor saat menghadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun…

    Kisah Rel Pesisir Utara Jawa: Dulu Angkut Komoditas, Kini Menggerakkan Jutaan Perjalanan

    September 19, 2026

    Telkom Integrasikan AI, Cloud, dan Keamanan Siber lewat SCALE

    September 19, 2026
    Top Trending

    Prabowo Terima Mushaf di Momentum 100 Tahun Gontor

    MartinSeptember 19, 2026

    PONOROGO – Presiden Prabowo Subianto menerima Mushaf Al-Qur’an Gontor saat menghadiri Resepsi…

    Kisah Rel Pesisir Utara Jawa: Dulu Angkut Komoditas, Kini Menggerakkan Jutaan Perjalanan

    Bayu PratamaSeptember 19, 2026

    Jakarta, Rasional.co – Bayangkan perjalanan kereta api dari Semarang menuju Cirebon pada…

    Telkom Integrasikan AI, Cloud, dan Keamanan Siber lewat SCALE

    Bayu PratamaSeptember 19, 2026

    Jakarta, Rasional.co – Telkom Indonesia mengintegrasikan kapabilitas kecerdasan artifisial, cloud, keamanan siber,…

    rasional.co
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi Rasional.co
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Privacy Policy
    • Terms of Service
    © 2026 RASIONAL.CO

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?