Lombok, Rasional.co – Bekerja di ajang balap internasional menjadi pengalaman baru bagi Baiq Essenza, warga Praya, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Perempuan berusia 20 tahun itu untuk pertama kalinya bertugas di area paddock Pertamina Mandalika International Circuit sebagai petugas kebersihan.
Essenza menjalankan tugas mulai dari menyapu, membersihkan area sirkuit, hingga memilah sampah. Meski pekerjaannya berada di balik layar, ia merasa bangga mendapat kesempatan terlibat langsung dalam penyelenggaraan balap motor kelas dunia.
“Sangat membanggakan. Baru pertama kali ikut Pertamina Grand Prix of Indonesia dan langsung ditaruh di paddock. Sangat bikin saya bangga bisa kerja di sini,” ujar Essenza.
Penghasilan dari pekerjaan tersebut akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan membantu orang tuanya. Ia berharap gelaran balap motor di Mandalika terus berlangsung sehingga semakin banyak warga lokal memperoleh kesempatan serupa.
Pengalaman itu juga dirasakan Lia Kartika, warga Sengkol yang dipercaya menjadi koordinator Cleaning Service Waste Management (CSWM). Setelah sebelumnya menjalani aktivitas sebagai ibu rumah tangga, ia kini beberapa kali terlibat dalam penyelenggaraan acara di sirkuit.
Lia bersama timnya bekerja selama 12 jam sehari, mulai pukul 07.00 hingga 18.00 WITA. Tim kebersihan bertugas menjaga kebersihan ruangan, sedangkan tim pengelolaan sampah menangani kebersihan area lapangan.
“Dampak ekonominya bagus banget. Dampak dari sirkuit ini karena banyak ekonomi terbantu di sini dan makin memperkecil pengangguran warga Lombok,” kata Lia.
Dari penghasilan yang diperoleh, Lia kini bisa mencicil kendaraan bermotor dan menyisihkan uang untuk membeli emas. Baginya, pekerjaan tersebut membuka peluang memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus mewujudkan rencana yang sebelumnya sulit dilakukan.
“Yang tadinya enggak bisa sama sekali, sekarang bisa karena sirkuit ini. Sejak beberapa kali ikut bantu-bantu di event saya jadi bisa cicil motor dan menabung beli emas. Alhamdulillah,” ujarnya.
Peluang Kerja dan Pengalaman bagi Anak Muda
Manfaat pekerjaan musiman juga dirasakan Elyani Sulistianda, warga Praya yang bertugas dalam pengelolaan dan pemilahan sampah. Selama sekitar tujuh hari mengikuti rangkaian kegiatan MotoGP, ia merasakan kesempatan memperoleh penghasilan di tengah kebutuhan pekerjaan bagi anak muda.
“Sudah ada banget dampak untuk ekonomi bagi kita, apalagi kita anak-anak muda yang benar-benar butuh pekerjaan,” katanya.
Bagi Feri Zon Lahardi, pekerjaan tersebut sekaligus menjadi kesempatan membangun pengalaman sebelum memasuki dunia profesional. Mahasiswa berusia 20 tahun asal Sakra Barat, Lombok Timur, itu memanfaatkan libur kuliah untuk bekerja paruh waktu setelah mendapat informasi lowongan dari temannya.
Feri menjalani wawancara dan pelatihan selama dua hari sebelum mulai bertugas. Dengan jam kerja pukul 07.00 hingga 19.00 WITA, ia memperoleh penghasilan tambahan untuk membantu membayar uang kuliah dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Saya cuma pengen cari pengalaman saja. Mumpung lagi muda, biar ada banyak pengalamannya buat nambah CV nanti,” ujar Feri.
Pekerjaan itu juga memberinya kesempatan berinteraksi dengan wisatawan mancanegara. Kemampuan berbahasa Inggris yang dimiliki Feri menjadi bekal untuk berkomunikasi sekaligus menambah pengalaman selama bekerja.
“Pastinya saya sangat bangga bisa join ikut event internasional ini dan sangat senang sekali bisa dapat banyak teman, banyak dapat pengalaman, apalagi bisa ngobrol dengan bule-bule. Saya harap sih gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia lancar-lancar dan terus ada tiap tahunnya,” katanya.
Pengalaman para pekerja tersebut menjadi gambaran manfaat kerja musiman bagi sebagian warga lokal, mulai dari tambahan penghasilan hingga pengalaman kerja. Kesempatan itu hadir dalam penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Mandalika, yang tidak hanya menghadirkan balapan internasional, tetapi juga melibatkan warga setempat dalam berbagai pekerjaan pendukung acara.

