JAKARTA – Mantan pelatih The Citizens, Pep Guardiola, akhirnya buka suara menanggapi kabar panas soal Manchester City dihukum FFP (Financial Fair Play) oleh komisi independen Liga Inggris. Kasus pelanggaran finansial City ini langsung menyita perhatian publik, dan Pep dengan tegas menyatakan dukungan penuhnya untuk klub yang pernah membesarkan namanya itu. Reaksi ini membuktikan bahwa meskipun sudah hengkang dari Etihad, ikatan emosional sang pelatih dengan tim dan suporter biru langit tak pernah luntur.
Lewat cuitan terbarunya, sosok peracik taktik jenius ini mengirimkan pesan mendalam terkait kasus FFP Manchester City yang sedang bergulir. Setelah klub kesayangan warga Manchester ini terbukti bersalah atas dugaan manipulasi laporan keuangan, banyak pihak menyoroti nasib skuad yang kini diasuh oleh Enzo Maresca. Namun, Pep mencoba menenangkan suasana dengan menegaskan bahwa ia akan selalu pasang badan mendukung manajemen, sang CEO Ferran Soriano, serta seluruh jajaran staf dan pemain.
Melalui akun X pribadinya pada Rabu lalu, Pep mengunggah pernyataan resmi yang cukup emosional:
“Saya ingin setiap fan @ManCity tahu bahwa saya ada di sini, lebih dari sebelumnya. Saya selalu, sejak dulu dan akan selalu berada di belakang klub saya, pemilik, CEO saya, Ferran, para pemain, staf, Enzo (Maresca), dan kalian, para suporter kami yang luar biasa. Biarkan saya memperjelas: kita akan melewati ini bersama-sama. Saya mencintai kalian semua.”
Jejak Skandal FFP Manchester City: Nilainya Tembus Ratusan Juta Pounds!
Dukungan moral dari Guardiola datang di momen krusial, mengingat manajemen klub tengah berada di bawah tekanan hebat. Sebelumnya, Ferran Soriano selaku CEO juga sudah bergerak cepat menenangkan staf internal melalui pesan video pada Selasa, di mana ia secara tegas menolak semua temuan dari komisi independen tersebut.
Sekadar flashback, kasus yang membelit raksasa Liga Inggris ini bukanlah perkara sepele. Pihak otoritas liga menuding adanya penggunaan skema kontrak komersial bodong yang sengaja dirancang untuk mendongkrak angka pendapatan sekaligus menyembunyikan nominal pengeluaran riil klub.
Nggak main-main, nilai dugaan pelanggaran ini kabarnya sangat fantastis, yakni menembus angka 900 juta pound sterling. Praktik ini diduga kuat sudah berlangsung selama nyaris satu dekade, tepatnya dari periode 2009 hingga 2018. Menariknya, rentang waktu pelanggaran tersebut justru lebih banyak terjadi saat kursi kepelatihan masih diduduki oleh Roberto Mancini dan Manuel Pellegrini, jauh sebelum era keemasan Pep dimulai.
Warisan Emas Pep Guardiola Sebelum Tongkat Estafet Berpindah ke Enzo Maresca
Seperti yang banyak diketahui, Pep Guardiola resmi meletakkan jabatannya pada akhir musim lalu setelah hampir sepuluh tahun sukses membangun dinasti tak tertandingi di Manchester. Tongkat estafet kepelatihan kemudian diserahkan kepada Enzo Maresca.
Sejak mendarat di Manchester pada 2016, pelatih asal Spanyol itu sukses menyulap City menjadi monster menakutkan di Eropa. Di bawah tangan dinginnya, The Citizens berhasil memborong enam trofi Liga Inggris (empat di antaranya diraih secara beruntun!), tiga Piala FA, lima trofi Piala Liga Inggris, dan yang paling bersejarah, satu gelar juara Liga Champions. Wajar saja jika di tengah krisis yang melanda mantan klubnya ini, suara Pep tetap menjadi sesuatu yang paling ditunggu oleh para penggemar.

