Close Menu
rasional.corasional.co
    What's Hot

    PSEL Bogor Raya 1 Olah 1.500 Ton Sampah per Hari Jadi Listrik

    September 18, 2026

    Bahlil ke Pemilik BMW dan Mobil Mewah: Jangan Pakai BBM Subsidi

    September 18, 2026

    AI Makin Sulit Diprediksi, Regulasi Harus Cepat Beradaptasi

    September 18, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • PSEL Bogor Raya 1 Olah 1.500 Ton Sampah per Hari Jadi Listrik
    • Bahlil ke Pemilik BMW dan Mobil Mewah: Jangan Pakai BBM Subsidi
    • AI Makin Sulit Diprediksi, Regulasi Harus Cepat Beradaptasi
    • Viral Video Joanna Wietrzyk BAB di Tengah Perlombaan HYROX China, Panitia Akhirnya Ganti Lantai Arena dan Minta Maaf
    • Skenario Gila Timnas U20 Tempa Diri di Negeri Tirai Bambu Demi Menembus Putaran Final Azerbaijan
    • Jadwal Pekan Ketiga BRI Super League: Persib Tantang Persijap, Bali United Sambangi Borneo FC
    • Bantai Nepal Tanpa Ampun, Timnas Voli Putri Indonesia Segel Tiket Perempat Final Asian Games 2026
    • Sempat Bernama Gajah Mada, TNI AL Ubah Nama Kapal Induk Jadi KRI Sriwijaya
    rasional.corasional.co
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube WhatsApp TikTok
    Login
    Sabtu, September 19
    • Nasional
    • Politik
    • Dunia
    • Ekonomi
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Tekno
    • Sport
    • Video
    rasional.corasional.co
    • Nasional
    • Politik
    • Dunia
    • Ekonomi
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Tekno
    • Sport
    • Video
    Home»Sport»Legenda Italia Murka, Sebut Gabriele Gravina Tidak Tahu Malu Tetap Jabat Presiden FIGC
    Sport

    Legenda Italia Murka, Sebut Gabriele Gravina Tidak Tahu Malu Tetap Jabat Presiden FIGC

    AyuBy AyuApril 2, 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Copy Link WhatsApp
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Copy Link Telegram WhatsApp

    Jakarta – Kegagalan Italia di playoff Piala Dunia memicu gelombang protes keras dari berbagai kalangan, termasuk mantan kiper Timnas Italia, Emiliano Viviano.

    Viviano melontarkan kritik tajam terhadap Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), Gabriele Gravina, yang tetap bersikeras menduduki kursinya meski Gli Azzurri kembali absen di turnamen sepak bola terbesar sejagat tersebut.

    Desakan Mundur untuk Gabriele Gravina

    Viviano memandang sikap keras kepala Gravina sebagai bentuk kegagalan moral yang nyata. Menurutnya, kegagalan fatal di babak kualifikasi seharusnya berujung pada pengunduran diri secara terhormat. Viviano bahkan menilai langkah mundur saja belum cukup untuk menebus kekecewaan publik sepak bola Italia yang sangat mendalam.

    “Sungguh tidak masuk akal bagi saya bahwa presiden federasi belum mengundurkan diri. Jika berada dalam posisi Gravina, saya akan memilih untuk meninggalkan negara ini,” tegas Viviano saat berbicara kepada Radio Firenzeviola.

    Ketegasan Viviano mencerminkan amarah publik yang merasa FIGC tidak memiliki rasa tanggung jawab atas kemerosotan prestasi tim nasional. Tekanan terhadap Gravina terus meningkat, namun hingga saat ini, sang presiden federasi belum menunjukkan tanda-tanda akan melepas jabatannya.

    Baca Juga :  Haaland Ngamuk Lagi! Manchester City Tekuk Coventry City 1-0 di Etihad

    Bobroknya Sistem Pembinaan Usia Muda

    Selain menyerang pucuk pimpinan federasi, Viviano membongkar akar permasalahan sepak bola Italia yang bermula dari level akar rumput. Sebagai orang tua yang mendampingi anaknya di dunia sepak bola usia dini, ia melihat kurikulum akademi di Italia sudah kehilangan esensi dasar dalam membangun kualitas pemain masa depan.

    Viviano menilai akademi sepak bola saat ini hanya mementingkan hasil akhir jangka pendek daripada pengembangan teknik dan mentalitas pemain. Paradigma “menang atau kalah hari ini” dianggap merusak fondasi olahraga di Italia yang dulunya sangat disegani.

    Baca Juga :  Eksel Runtukahu Gacor Parah Saat Obrak-abrik Persebaya, John Herdman Berani Panggil ke Timnas Indonesia?

    “Kami adalah salah satu negara terbaik dalam olahraga, namun di akademi sepak bola, tidak ada yang dibangun atau diajarkan. Semua hanya tentang ‘hari ini saya menang, hari ini saya kalah’, dan tidak lebih dari itu,” pungkasnya.

    Kritik pedas ini memperjelas bahwa masalah sepak bola Italia bukan sekadar hasil buruk di lapangan, melainkan adanya kerusakan sistemik dari tingkat manajemen hingga pola pembinaan pemain muda.

    Baca Juga :  Unai Simon Rebut Sarung Tangan Emas Piala Dunia 2026 dan Samai Rekor Iker Casillas
    Akademi Sepak Bola Berita Viral Emiliano Viviano FIGC Gabriele Gravina Italia Piala Dunia Playoff Sepak Bola Timnas Italia
    Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleGedung Federasi Sepak Bola Italia Mendadak Bau Amis Dilempar Telur Usai Gli Azzurri Melempem Lawan Bosnia dan Gagal Main di Piala Dunia
    Next Article MUI Sambut Smart 171 dan Kasih Palestina, Perkuat Jejaring Kemanusiaan Global

    Berita Terkait

    Viral Video Joanna Wietrzyk BAB di Tengah Perlombaan HYROX China, Panitia Akhirnya Ganti Lantai Arena dan Minta Maaf

    September 18, 2026

    Skenario Gila Timnas U20 Tempa Diri di Negeri Tirai Bambu Demi Menembus Putaran Final Azerbaijan

    September 18, 2026

    Jadwal Pekan Ketiga BRI Super League: Persib Tantang Persijap, Bali United Sambangi Borneo FC

    September 18, 2026

    Bantai Nepal Tanpa Ampun, Timnas Voli Putri Indonesia Segel Tiket Perempat Final Asian Games 2026

    September 18, 2026

    Belum Menang 3 Laga, Ruben Amorim Akui Pemain Baru AC Milan tak Cocok dengan Sistemnya

    September 17, 2026

    Live Streaming Juventus vs NEC Nijmegen: Misi Bianconeri Bangkit di Liga Europa 2026/27

    September 17, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    PSEL Bogor Raya 1 Olah 1.500 Ton Sampah per Hari Jadi Listrik

    Bayu PratamaSeptember 18, 2026

    Jakarta, Rasional.co – Sebanyak 1.500 ton sampah per hari ditargetkan dapat diolah menjadi energi listrik…

    Bahlil ke Pemilik BMW dan Mobil Mewah: Jangan Pakai BBM Subsidi

    September 18, 2026

    AI Makin Sulit Diprediksi, Regulasi Harus Cepat Beradaptasi

    September 18, 2026
    Top Trending

    PSEL Bogor Raya 1 Olah 1.500 Ton Sampah per Hari Jadi Listrik

    Bayu PratamaSeptember 18, 2026

    Jakarta, Rasional.co – Sebanyak 1.500 ton sampah per hari ditargetkan dapat diolah…

    Bahlil ke Pemilik BMW dan Mobil Mewah: Jangan Pakai BBM Subsidi

    Bayu PratamaSeptember 18, 2026

    Jakarta, Rasional.co – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia…

    AI Makin Sulit Diprediksi, Regulasi Harus Cepat Beradaptasi

    Bayu PratamaSeptember 18, 2026

    Jakarta, Rasional.co – Perkembangan kecerdasan artifisial yang berlangsung cepat membuat pemerintah tidak…

    rasional.co
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi Rasional.co
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Privacy Policy
    • Terms of Service
    © 2026 RASIONAL.CO

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?