Jakarta – Gemuruh suara suporter di Rams Park seolah meruntuhkan nyali raksasa Italia, Juventus, saat menjamu amukan tuan rumah dalam lanjutan playoff Liga Champions, Rabu (18/2) dini hari WIB.
Di bawah guyuran atmosfer “neraka” Istanbul, para pemain Galatasaray menari di atas penderitaan Si Nyonya Tua yang pulang dengan kepala tertunduk setelah diberondong lima gol sekaligus.
Pelatih Galatasaray, Okan Buruk, tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya atas performa spartan yang ditunjukkan skuad asuhannya. Kemenangan fantastis 5-2 ini dianggap bukan sekadar angka di papan skor, melainkan torehan tinta emas bagi publik sepak bola Turki.
“Ini adalah pertandingan yang tak terlupakan, baik untuk sejarah kami dan untuk sejarah sepak bola Turki,” ujar Okan Buruk sebagaimana dikutip dari laman resmi UEFA.
Dominasi Tanpa Ampun di Istanbul
Pesta gol tuan rumah dibuka dan digandakan melalui dwigol Noa Lang yang tampil eksplosif. Tak berhenti di situ, Gabriel Sara, Davinson Sanchez, dan Sacha Boey turut mencatatkan nama di papan skor untuk memastikan Juventus hancur lebur. Sementara itu, tim tamu hanya mampu membalas melalui brace dari Teun Koopmeiners yang tidak cukup menyelamatkan muka klub asal Turin tersebut.
Penderitaan tim asuhan Thiago Motta semakin lengkap pada menit ke-67. Juan Cabal terpaksa meninggalkan lapangan lebih awal setelah menerima kartu kuning kedua, memaksa Juventus bermain dengan 10 orang di sisa waktu pertandingan. Dominasi total ini menurut Okan Buruk lahir dari gairah pemain yang berlipat ganda saat menghadapi nama besar.
“Kami sangat termotivasi dan bermain lebih baik dalam pertandingan melawan klub-klub besar di Eropa. Itu benar sekali,” tegas sosok yang sukses membawa Galatasaray tampil gahar di kompetisi elit Benua Biru tersebut.
Misi Berat di Allianz Stadium
Meski sudah mengantongi modal kemenangan besar, Okan Buruk mengingatkan anak asuhnya agar tidak jemawa. Konsistensi permainan menjadi kunci utama jika ingin melangkah lebih jauh di Liga Champions musim ini.
“Kami perlu bermain lebih baik lagi dalam beberapa pertandingan di mana kami menjadi favorit,” sambungnya lagi sebagai evaluasi tim ke depan.
Ujian sesungguhnya akan tersaji pada leg kedua di Stadion Allianz, Turin, Rabu pekan depan. Skenario untuk lolos ke 16 besar terbilang cukup menguntungkan bagi wakil Turki ini. Pasalnya, Galatasaray tetap akan melaju meski kalah, asalkan selisih gol tidak mencapai empat angka dari tuan rumah Juventus.

