Pemerintah juga akan mendorong kondisi suku bunga yang kompetitif untuk mendukung akses pembiayaan, memperkuat kepercayaan dunia usaha, dan meningkatkan aktivitas investasi.
Sektor strategis seperti minyak dan gas bumi turut menjadi perhatian. Pemerintah akan meningkatkan lifting migas melalui reaktivasi sumur tidak aktif, percepatan pengembangan cadangan, pemanfaatan teknologi, serta penguatan pengawasan untuk meningkatkan efisiensi operasi.
Iklim investasi hulu migas juga akan diperbaiki melalui peningkatan kepastian berusaha, pemberian insentif fiskal, dan penyederhanaan regulasi. Langkah ini diharapkan meningkatkan produksi migas sekaligus memperkuat ketahanan energi.
Target pertumbuhan ekonomi tersebut juga dibarengi sasaran sosial dalam RAPBN 2027. Pemerintah menargetkan tingkat kemiskinan berada pada rentang 6 hingga 6,5 persen dan tingkat pengangguran terbuka 4,3 hingga 4,87 persen.
Rasio gini ditargetkan berada pada rentang 0,362 hingga 0,367, sedangkan Indeks Modal Manusia ditargetkan meningkat menjadi 0,575.
Pemerintah juga menargetkan peningkatan kesejahteraan masyarakat perdesaan melalui perbaikan nilai tukar petani pada kisaran 126 hingga 128 dan nilai tukar nelayan pada kisaran 106 hingga 110.
“Berbagai upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, memperkuat investasi, dan menjaga stabilitas ekonomi harus didukung oleh APBN yang sehat, kredibel, dan berkelanjutan,” tegas Purbaya.
Dengan kombinasi efisiensi fiskal, penguatan investasi, stabilitas ekonomi, dan optimalisasi sektor strategis, pemerintah optimistis target pertumbuhan ekonomi 6 persen pada 2027 dapat dicapai.
“Dengan strategi ekonomi yang tepat dan kebijakan fiskal yang kuat, pemerintah optimistis perekonomian Indonesia pada tahun 2027 mampu tumbuh 6 persen dengan inflasi tetap terjaga,” pungkas Purbaya.

