Nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW, seperti persaudaraan, musyawarah, kejujuran, kepedulian, dan gotong royong, dinilai penting untuk terus dihidupkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Kemerdekaan bukan hanya untuk dirayakan, tetapi harus diisi dengan kepedulian kepada umat, memperkuat persaudaraan, dan membangun Indonesia secara bersama-sama,” ujarnya.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H yang diselenggarakan Syarikat Islam tersebut menjadi momentum untuk mengintegrasikan nilai-nilai keislaman, nasionalisme, persatuan, dan pemberdayaan ekonomi.
Semangat meneladani Rasulullah SAW diharapkan tidak berhenti pada peringatan tahunan, tetapi diwujudkan melalui kepedulian kepada umat, penguatan ekonomi masyarakat, serta kontribusi nyata dalam membangun Indonesia yang lebih maju, adil, dan sejahtera.

