“Harapan kami, kolaborasi ini tidak berhenti pada forum diskusi hari ini. Pertemuan ini harus menjadi awal lahirnya riset bersama, inovasi, serta rekomendasi kebijakan yang memberi manfaat bagi penguatan ketahanan nasional Indonesia,” pungkasnya.
Forum akademik tersebut menjadi ruang pertukaran gagasan antara sivitas akademika Unhan RI dan UGM dalam membaca perkembangan lingkungan strategis global. Berbagai isu aktual, termasuk dinamika konflik internasional, ancaman asimetris, penguatan budaya maritim, hingga implementasi Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata) dibahas melalui perspektif akademik sebagai bahan pengembangan riset dan rekomendasi kebijakan.
Rangkaian kegiatan di Yogyakarta juga akan dilanjutkan dengan kunjungan akademik ke Universitas Islam Indonesia (UII) serta sejumlah institusi strategis lainnya. Selama lima hari pelaksanaan, peserta dijadwalkan mengikuti diskusi ilmiah, observasi lapangan, kunjungan budaya, hingga interaksi dengan berbagai pemangku kepentingan di bidang pertahanan dan pemerintahan.
Melalui study visit ini, Fakultas Strategi Pertahanan Unhan RI menegaskan komitmennya untuk membangun ekosistem pertahanan yang tidak hanya bertumpu pada kekuatan militer, tetapi juga diperkuat oleh pendidikan, riset, inovasi, dan kolaborasi lintas disiplin. Di tengah berkembangnya ancaman multidimensi, sinergi antarpendidikan tinggi dinilai menjadi fondasi penting dalam menyiapkan pemimpin strategis sekaligus menghasilkan gagasan yang relevan bagi masa depan ketahanan nasional Indonesia.
Study Visit FSP Unhan RI TA 2026 ini dijadwalkan akan terus berlanjut ke sejumlah destinasi strategis lainnya, termasuk kunjungan ke Akademi Militer (AKMIL) di Magelang, serta kunjungan edukatif ke Keraton Kasultanan Yogyakarta Hadiningrat dan Monumen Jogya Kembali (Monjali). Kunjungan ke berbagai situs sejarah dan budaya ini diharapkan mampu memperkuat karakter, wawasan kebangsaan, dan nilai-nilai kejuangan bagi seluruh mahasiswa FSP Unhan RI.

