“Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami konsep di ruang kuliah, tetapi juga memperoleh pengalaman empiris melalui dialog dengan akademisi, praktisi, dan berbagai institusi strategis. Dari ruang-ruang diskusi seperti inilah lahir perspektif yang lebih komprehensif dalam membaca tantangan pertahanan,” ujarnya.
Pemilihan Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai lokasi study visit juga bukan tanpa alasan. Menurut Oktaheroe, Yogyakarta memiliki ekosistem akademik, sejarah, dan pertahanan yang saling melengkapi sehingga menjadi ruang belajar yang ideal bagi mahasiswa Fakultas Strategi Pertahanan.
Usai pembukaan di Korem 072/Pamungkas, rombongan melanjutkan agenda courtesy call ke Universitas Gadjah Mada. Dalam pertemuan tersebut, rombongan Unhan RI diterima jajaran pimpinan Sekolah Pascasarjana UGM, mulai dari Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset dan SDM, Ketua Program Studi Doktor dan Magister Ilmu Ketahanan Nasional, hingga para koordinator bidang kerja sama, penelitian, publikasi, dan pengabdian kepada masyarakat.
Menurut Oktaheroe, UGM dipilih sebagai salah satu mitra strategis karena memiliki kekuatan multidisiplin yang relevan dengan pengembangan ilmu pertahanan, mulai dari kebijakan publik, hubungan internasional, teknologi, hingga kajian sosial-humaniora.
“Study visit ini bukan sekadar kunjungan kelembagaan. Kami ingin membangun kolaborasi akademik yang berkelanjutan, memperluas jejaring riset, dan menghasilkan gagasan strategis yang dapat berkontribusi bagi penguatan pertahanan negara,” tuturnya.
Agenda kemudian dilanjutkan dengan empat sesi sharing knowledge yang mempertemukan dosen dan mahasiswa kedua perguruan tinggi sesuai bidang keilmuan masing-masing. Diskusi membahas sejarah militer, diplomasi pertahanan, peperangan asimetris, strategi pertahanan laut, ketahanan nasional, hingga strategi perang semesta.
Berbagai isu kontemporer seperti ancaman siber, disinformasi, dinamika geopolitik, keamanan maritim, serta tata kelola pertahanan menjadi fokus pembahasan dalam forum akademik tersebut.
Oktaheroe berharap hasil study visit tidak berhenti sebagai rangkaian kegiatan akademik, tetapi mampu melahirkan artikel ilmiah, policy paper, dan rekomendasi strategis yang memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pertahanan maupun penyusunan kebijakan pertahanan nasional.

