YOGYAKARTA – Fakultas Strategi Pertahanan (FSP) Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) memulai rangkaian Study Visit Tahun Akademik 2026 di Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (28/7), sebagai upaya memperkuat jejaring akademik sekaligus mendorong kolaborasi strategis dalam pengembangan ilmu pertahanan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan resmi di Komando Resort Militer (Korem) 072/Pamungkas, Yogyakarta, Selasa (28/7). Acara dibuka langsung oleh Dekan FSP Unhan RI, Mayjen TNI Dr. Oktaheroe Ramsi, S.I.P., M.Si., yang didampingi oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan FSP Unhan RI, Brigjen TNI Dr. Yermia Hendarwoto, S.H., M.H., M.Th. Rombongan Unhan RI diterima dengan hangat oleh Danrem 072/Pamungkas, Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono, S.Sos., M.Si., M.Sc.

Kegiatan tersebut mengusung tema “Memperkuat Ketahanan Nasional: Pendekatan Komprehensif melalui Pendidikan dan Budaya Pertahanan”, sebelum dilanjutkan dengan courtesy call dan sharing knowledge bersama Universitas Gadjah Mada (UGM).
Dekan Fakultas Strategi Pertahanan Unhan RI, Mayor Jenderal TNI Dr. Oktaheroe Ramsi, S.I.P., M.Sc., mengatakan ketahanan nasional di tengah dinamika global saat ini tidak lagi dapat dibangun hanya melalui kekuatan militer. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mencetak sumber daya manusia unggul, mengembangkan riset, hingga melahirkan rekomendasi kebijakan yang mampu menjawab tantangan pertahanan masa depan.
“Ketahanan nasional pada era sekarang tidak bisa lagi bertumpu semata pada kekuatan militer. Pendidikan, ilmu pengetahuan, teknologi, karakter kebangsaan, serta kolaborasi antarlembaga merupakan fondasi penting dalam membangun sistem pertahanan negara yang tangguh,” kata Oktaheroe saat membuka kegiatan Study Visit.
Ia menjelaskan, study visit merupakan bagian dari implementasi pembelajaran berbasis experiential learning, yakni menghubungkan teori yang diperoleh mahasiswa di ruang kelas dengan praktik kebijakan, sejarah militer, dinamika kelembagaan, hingga budaya pertahanan yang berkembang di berbagai institusi strategis.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami konsep di ruang kuliah, tetapi juga memperoleh pengalaman empiris melalui dialog dengan akademisi, praktisi, dan berbagai institusi strategis. Dari ruang-ruang diskusi seperti inilah lahir perspektif yang lebih komprehensif dalam membaca tantangan pertahanan,” ujarnya.
Pemilihan Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai lokasi study visit juga bukan tanpa alasan. Menurut Oktaheroe, Yogyakarta memiliki ekosistem akademik, sejarah, dan pertahanan yang saling melengkapi sehingga menjadi ruang belajar yang ideal bagi mahasiswa Fakultas Strategi Pertahanan.
Usai pembukaan di Korem 072/Pamungkas, rombongan melanjutkan agenda courtesy call ke Universitas Gadjah Mada. Dalam pertemuan tersebut, rombongan Unhan RI diterima jajaran pimpinan Sekolah Pascasarjana UGM, mulai dari Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Kerja Sama, Wakil Dekan Bidang Keuangan, Aset dan SDM, Ketua Program Studi Doktor dan Magister Ilmu Ketahanan Nasional, hingga para koordinator bidang kerja sama, penelitian, publikasi, dan pengabdian kepada masyarakat.

Menurut Oktaheroe, UGM dipilih sebagai salah satu mitra strategis karena memiliki kekuatan multidisiplin yang relevan dengan pengembangan ilmu pertahanan, mulai dari kebijakan publik, hubungan internasional, teknologi, hingga kajian sosial-humaniora.
“Study visit ini bukan sekadar kunjungan kelembagaan. Kami ingin membangun kolaborasi akademik yang berkelanjutan, memperluas jejaring riset, dan menghasilkan gagasan strategis yang dapat berkontribusi bagi penguatan pertahanan negara,” tuturnya.
Agenda kemudian dilanjutkan dengan empat sesi sharing knowledge yang mempertemukan dosen dan mahasiswa kedua perguruan tinggi sesuai bidang keilmuan masing-masing. Diskusi membahas sejarah militer, diplomasi pertahanan, peperangan asimetris, strategi pertahanan laut, ketahanan nasional, hingga strategi perang semesta.
Berbagai isu kontemporer seperti ancaman siber, disinformasi, dinamika geopolitik, keamanan maritim, serta tata kelola pertahanan menjadi fokus pembahasan dalam forum akademik tersebut.
Oktaheroe berharap hasil study visit tidak berhenti sebagai rangkaian kegiatan akademik, tetapi mampu melahirkan artikel ilmiah, policy paper, dan rekomendasi strategis yang memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pertahanan maupun penyusunan kebijakan pertahanan nasional.
“Harapan kami, kolaborasi ini tidak berhenti pada forum diskusi hari ini. Pertemuan ini harus menjadi awal lahirnya riset bersama, inovasi, serta rekomendasi kebijakan yang memberi manfaat bagi penguatan ketahanan nasional Indonesia,” pungkasnya.
Forum akademik tersebut menjadi ruang pertukaran gagasan antara sivitas akademika Unhan RI dan UGM dalam membaca perkembangan lingkungan strategis global. Berbagai isu aktual, termasuk dinamika konflik internasional, ancaman asimetris, penguatan budaya maritim, hingga implementasi Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta (Sishankamrata) dibahas melalui perspektif akademik sebagai bahan pengembangan riset dan rekomendasi kebijakan.

Rangkaian kegiatan di Yogyakarta juga akan dilanjutkan dengan kunjungan akademik ke Universitas Islam Indonesia (UII) serta sejumlah institusi strategis lainnya. Selama lima hari pelaksanaan, peserta dijadwalkan mengikuti diskusi ilmiah, observasi lapangan, kunjungan budaya, hingga interaksi dengan berbagai pemangku kepentingan di bidang pertahanan dan pemerintahan.
Melalui study visit ini, Fakultas Strategi Pertahanan Unhan RI menegaskan komitmennya untuk membangun ekosistem pertahanan yang tidak hanya bertumpu pada kekuatan militer, tetapi juga diperkuat oleh pendidikan, riset, inovasi, dan kolaborasi lintas disiplin. Di tengah berkembangnya ancaman multidimensi, sinergi antarpendidikan tinggi dinilai menjadi fondasi penting dalam menyiapkan pemimpin strategis sekaligus menghasilkan gagasan yang relevan bagi masa depan ketahanan nasional Indonesia.
Study Visit FSP Unhan RI TA 2026 ini dijadwalkan akan terus berlanjut ke sejumlah destinasi strategis lainnya, termasuk kunjungan ke Akademi Militer (AKMIL) di Magelang, serta kunjungan edukatif ke Keraton Kasultanan Yogyakarta Hadiningrat dan Monumen Jogya Kembali (Monjali). Kunjungan ke berbagai situs sejarah dan budaya ini diharapkan mampu memperkuat karakter, wawasan kebangsaan, dan nilai-nilai kejuangan bagi seluruh mahasiswa FSP Unhan RI.

