Menurutnya, kondisi tersebut harus dijawab melalui implementasi kebijakan hilirisasi, pengembangan ekonomi digital, pembentukan Bursa Mineral Indonesia yang direncanakan berlaku pada 1 Januari 2027, serta transformasi ekonomi yang menyentuh masyarakat.
“Di tengah turbulensi ekonomi, kita harusnya masih bisa bersyukur karena ketahanan ekonomi nasional itu cukup baik sampai dengan saat ini. Dari mulai reciprocal tax, trade war antara Amerika Serikat dengan China, lalu kita mencoba melakukan hilirisasi, lalu ada isu mengenai digital ekonomi, lalu juga ada isu mengenai bagaimana kita akan membuat bursa mineral yang akan diberlakukan 1 Januari 2027,” kata Ariawan.
Dia menilai keberhasilan berbagai kebijakan tersebut memerlukan keterlibatan masyarakat, terutama generasi muda. Menurutnya, mahasiswa dapat berperan sebagai penghubung informasi yang kredibel agar masyarakat memahami arah kebijakan pemerintah di tengah maraknya informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
“Partisipasi publik lewat mahasiswa maupun forum masyarakat ini diperlukan. Harapannya adalah apa yang dilakukan oleh Formas mengisi kekosongan itu, mengisi jembatan itu yang mungkin tidak semuanya memahaminya,” ujarnya.
Yohanes menambahkan Formas akan terus menghadirkan ruang dialog yang mempertemukan masyarakat, akademisi, dan pemerintah untuk memperkuat pemahaman terhadap berbagai kebijakan strategis.
Dia menegaskan setiap kekurangan dalam pelaksanaan program pemerintah perlu diperbaiki melalui kolaborasi agar tujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dapat tercapai.
“Saya lebih suka untuk ayo kita bersama-sama berkolaborasi untuk membuat negara ini lebih maju. Kalau pun kebijakan ada yang kurang, ya kita perbaiki bersama,” katanya.

