Close Menu
rasional.corasional.co
    What's Hot

    PSEL Bogor Raya 1 Olah 1.500 Ton Sampah per Hari Jadi Listrik

    September 18, 2026

    Bahlil ke Pemilik BMW dan Mobil Mewah: Jangan Pakai BBM Subsidi

    September 18, 2026

    AI Makin Sulit Diprediksi, Regulasi Harus Cepat Beradaptasi

    September 18, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • PSEL Bogor Raya 1 Olah 1.500 Ton Sampah per Hari Jadi Listrik
    • Bahlil ke Pemilik BMW dan Mobil Mewah: Jangan Pakai BBM Subsidi
    • AI Makin Sulit Diprediksi, Regulasi Harus Cepat Beradaptasi
    • Viral Video Joanna Wietrzyk BAB di Tengah Perlombaan HYROX China, Panitia Akhirnya Ganti Lantai Arena dan Minta Maaf
    • Skenario Gila Timnas U20 Tempa Diri di Negeri Tirai Bambu Demi Menembus Putaran Final Azerbaijan
    • Jadwal Pekan Ketiga BRI Super League: Persib Tantang Persijap, Bali United Sambangi Borneo FC
    • Bantai Nepal Tanpa Ampun, Timnas Voli Putri Indonesia Segel Tiket Perempat Final Asian Games 2026
    • Sempat Bernama Gajah Mada, TNI AL Ubah Nama Kapal Induk Jadi KRI Sriwijaya
    rasional.corasional.co
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube WhatsApp TikTok
    Login
    Sabtu, September 19
    • Nasional
    • Politik
    • Dunia
    • Ekonomi
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Tekno
    • Sport
    • Video
    rasional.corasional.co
    • Nasional
    • Politik
    • Dunia
    • Ekonomi
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Tekno
    • Sport
    • Video
    Home»Lifestyle»Lonjakan Diabetes di Indonesia Capai 32 Juta, Ancam Produktivitas Nasional
    Lifestyle

    Lonjakan Diabetes di Indonesia Capai 32 Juta, Ancam Produktivitas Nasional

    MartinBy MartinApril 22, 2026Updated:April 22, 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Telegram Copy Link WhatsApp
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Copy Link Telegram WhatsApp

    Jakarta, Rasional.co – Indonesia menghadapi lonjakan serius diabetes yang kini telah mencapai skala nasional. Peningkatan prevalensi tidak hanya berdampak pada kesehatan individu, tetapi mulai menekan produktivitas tenaga kerja dan memperbesar beban pembiayaan negara.

    Kondisi ini menempatkan diabetes sebagai salah satu penyakit tidak menular paling krusial, dengan implikasi langsung terhadap stabilitas ekonomi dan kualitas sumber daya manusia.

    Prevalensi Diabetes di Indonesia Melonjak, Mayoritas Tak Terdeteksi

    Mengutip publikasi resmi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, prevalensi diabetes di Indonesia mencapai 11,7% atau sekitar 32 juta penduduk berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Angka ini meningkat dari 6,9% pada 2013 menjadi 8,5% pada 2018.

    Namun, kesenjangan terbesar terjadi pada diagnosis. Prevalensi berdasarkan diagnosis dokter hanya sekitar 2,2%, menandakan sebagian besar kasus belum terdeteksi dalam sistem layanan kesehatan.

    Baca Juga :  KA Jaka Tingkir Anjlok Usai Bersenggolan dengan KA Serayu di Pasar Senen

    “Lebih dari 2/3 orang tidak mengetahui bahwa mereka menderita diabetes. Artinya fenomena diabetes seperti gunung es,” ujar Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono, sebagaimana dilansir dari Kemenkes.

    Kondisi ini memperbesar risiko komplikasi karena penanganan umumnya dilakukan pada fase lanjut, ketika biaya pengobatan lebih tinggi dan dampak kesehatan lebih berat.

    Gaya Hidup dan Obesitas Dorong Kenaikan Diabetes di Indonesia

    Kenaikan kasus diabetes di Indonesia berjalan seiring dengan meningkatnya prevalensi obesitas. Data SKI 2023 mencatat obesitas dewasa mencapai 23,4%, naik dari 21,8% pada 2018.

    Baca Juga :  Musikal Perahu Kertas Janjikan Visual Estetik Lewat Sentuhan Teknologi

    Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menegaskan bahwa mayoritas kasus merupakan diabetes tipe 2 yang berkaitan erat dengan pola hidup.

    “Gaya hidup tidak sehat seperti kurang aktivitas fisik, pola makan tidak seimbang, dan obesitas menjadi faktor utama peningkatan diabetes,” sebagaimana dilaporkan dalam publikasi Kemenkes.

    Urbanisasi mempercepat perubahan pola konsumsi masyarakat, terutama peningkatan asupan gula dan makanan olahan. Di sisi lain, aktivitas fisik cenderung menurun, memperbesar risiko penyakit metabolik sejak usia produktif.

    Beban Ekonomi Meningkat, Skrining Jadi Kunci Pengendalian

    Lonjakan diabetes di Indonesia berdampak langsung pada pembiayaan kesehatan nasional. Data yang dikutip dari Dinas Kesehatan Aceh menunjukkan beban penyakit tidak menular mencapai Rp24,1 triliun pada 2022.

    Cakupan deteksi dini juga masih terbatas. Pemerintah mencatat baru sekitar 33% penduduk menjalani skrining penyakit tidak menular secara rutin.

    Baca Juga :  Maudy Ayunda Kerasukan Roh Hewan di Film 'Para Perasuk' Karya Wregas Bhanuteja

    “Upaya pencegahan jauh lebih efektif menjaga kesehatan daripada mengobati saat jatuh sakit,” ujar Juru Bicara Kemenkes dr. Mohammad Syahril, sebagaimana dilaporkan oleh Dinas Kesehatan Aceh.

    Sebagai respons, pemerintah memperluas program skrining gratis di puskesmas dan memperkuat pendekatan promotif melalui kampanye CERDIK dan PATUH.

    Kemenkes juga menyiapkan roadmap pengendalian diabetes nasional yang menitikberatkan pada deteksi dini, perubahan gaya hidup, dan penguatan layanan kesehatan primer.

    Tanpa intervensi yang terstruktur, peningkatan prevalensi diabetes di Indonesia berpotensi menekan produktivitas nasional dan memperbesar tekanan fiskal dalam jangka panjang.

    Diabetes Indonesia Kemenkes Obesitas Indonesia Penyakit Tidak Menular Skrining Kesehatan
    Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticlePengesahan UU PPRT Disambut Haru, Perjuangan 22 Tahun Berbuah Regulasi
    Next Article Jalur Pendakian Gunung Semeru Buka 24 April, Pendaki Diharamkan Injakkan Kaki di Mahameru

    Berita Terkait

    Bahlil ke Pemilik BMW dan Mobil Mewah: Jangan Pakai BBM Subsidi

    September 18, 2026

    AI Makin Sulit Diprediksi, Regulasi Harus Cepat Beradaptasi

    September 18, 2026

    Viral Video Joanna Wietrzyk BAB di Tengah Perlombaan HYROX China, Panitia Akhirnya Ganti Lantai Arena dan Minta Maaf

    September 18, 2026

    Sempat Bernama Gajah Mada, TNI AL Ubah Nama Kapal Induk Jadi KRI Sriwijaya

    September 18, 2026

    Prabowo Minta Mitigasi Bencana Tak Lagi Menunggu Kejadian

    September 17, 2026

    Nusron Soroti Pungli, Sebulan Kemudian KPK Bongkar Struktur Bayangan ATR/BPN

    September 17, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    PSEL Bogor Raya 1 Olah 1.500 Ton Sampah per Hari Jadi Listrik

    Bayu PratamaSeptember 18, 2026

    Jakarta, Rasional.co – Sebanyak 1.500 ton sampah per hari ditargetkan dapat diolah menjadi energi listrik…

    Bahlil ke Pemilik BMW dan Mobil Mewah: Jangan Pakai BBM Subsidi

    September 18, 2026

    AI Makin Sulit Diprediksi, Regulasi Harus Cepat Beradaptasi

    September 18, 2026
    Top Trending

    PSEL Bogor Raya 1 Olah 1.500 Ton Sampah per Hari Jadi Listrik

    Bayu PratamaSeptember 18, 2026

    Jakarta, Rasional.co – Sebanyak 1.500 ton sampah per hari ditargetkan dapat diolah…

    Bahlil ke Pemilik BMW dan Mobil Mewah: Jangan Pakai BBM Subsidi

    Bayu PratamaSeptember 18, 2026

    Jakarta, Rasional.co – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia…

    AI Makin Sulit Diprediksi, Regulasi Harus Cepat Beradaptasi

    Bayu PratamaSeptember 18, 2026

    Jakarta, Rasional.co – Perkembangan kecerdasan artifisial yang berlangsung cepat membuat pemerintah tidak…

    rasional.co
    Facebook X (Twitter) Instagram YouTube TikTok Threads
    • Redaksi Rasional.co
    • Pedoman Media Siber
    • SOP Perlindungan Wartawan
    • Privacy Policy
    • Terms of Service
    © 2026 RASIONAL.CO

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?