Cukup atur destinasi dan tanggal keberangkatanmu, lalu aktifkan notifikasinya. Biar lebih maksimal, install beberapa aplikasi OTA sekaligus. Jadi, pas harganya lagi drop, kamu bisa langsung membandingkan harga real-time dan ambil penawaran termurah dari notif yang masuk ke hapemu.
3. Rajin Begadang: Pantau Tiket di Dini Hari
Percaya atau tidak, jam kamu mencari tiket sangat berpengaruh pada harga yang ditampilkan. Cobalah iseng hunting tiket pesawat di atas jam 12 malam sampai menjelang subuh.
Pada jam-jam “kalong” ini, volume pencarian dan aktivitas pengguna di aplikasi sedang sangat rendah. Algoritma maskapai akan mendeteksi tingkat permintaan yang turun, sehingga harga tiket cenderung lebih stabil dan nggak gampang melambung ketimbang saat prime time di siang atau sore hari.
4. Jangan Pesan Tiket Pulang-Pergi (Round Trip) Sekaligus
Biasanya kita mikir kalau beli tiket round trip (pulang-pergi) bakal lebih praktis dan murah. Faktanya nggak selalu begitu!
Meski jadwal liburanmu sudah fix, cobalah bereksperimen dengan memesan tiket One-Way (sekali jalan) secara terpisah untuk berangkat dan pulangnya. Sering kali, harga tiket one-way yang diakumulasi jauh lebih murah ketimbang kamu memukul rata pakai sistem pulang-pergi. Kalau lagi beruntung, kamu bisa hemat selisih harga sekitar Rp50 ribu hingga Rp150 ribu per orang. Lumayan banget buat jajan kopi di bandara, kan?
Meski Kemenhub menaikkan harga tiket pesawat imbas naiknya avtur, kamu tetap bisa terbang hemat asalkan jeli melihat peluang. Terapkan keempat trik traveling di atas agar rencana bepergianmu tetap on-budget!

