JAKARTA – Pelatih Timnas Indonesia John Herdman menegaskan skuad Garuda harus segera mengubah mentalitas bertanding dengan menghapus ketergantungan pada sosok striker murni atau pemain nomor sembilan. Strategi baru ini bertujuan meningkatkan produktivitas gol lini depan Timnas Indonesia melalui kontribusi aktif seluruh sektor pemain menjelang laga internasional mendatang.
Herdman menilai punggawa Garuda membutuhkan pola pikir baru, di mana setiap individu memikul tanggung jawab membobol gawang lawan. Menurut arsitek asal Kanada tersebut, potensi mencetak skor wajib lahir dari pergerakan bek tengah, bek sayap, hingga barisan gelandang.
“Negara ini terus bicara soal nomor sembilan, soal striker murni. Indonesia butuh mentalitas bahwa semua pemain bisa mencetak gol. Kami harus membangun mentalitas pencetak gol,” ujar Herdman, Jumat (23/5).
Kritik Gaya Bermain Pasif Masa Lalu
Herdman menyoroti kelemahan taktik era sebelumnya. Dia menilai gaya permainan Tim Garuda terdahulu kurang agresif karena terlalu fokus pada skema bertahan dan mengandalkan momentum transisi semata.
Memasuki era kepemimpinannya, Herdman menuntut skuad asuhannya menerapkan formula berpikir plus satu. Pola ini mewajibkan para gelandang serta pemain sayap memiliki keberanian tinggi untuk menembus garis pertahanan musuh secara frontal.
Evaluasi Total Sepertiga Akhir Lapangan
Merujuk pada hasil evaluasi FIFA Series 2026 dua bulan lalu, mantan pelatih Kanada ini mengakui anak asuhnya menyisakan banyak pekerjaan rumah. Sektor sepertiga akhir lapangan menjadi sorotan utama akibat minimnya kreativitas serangan. Pada ajang tersebut, Indonesia mengemas kemenangan 4-0 atas Saint Kitts dan Nevis, namun menyerah 0-1 saat menghadapi Bulgaria.
“Dua pertiga lapangan sudah bagus, tetapi sepertiga akhir masih banyak kekurangan. Kami akan memperbaikinya di kamp ini,” pungkas Herdman.

