Jakarta, Rasional.co – Perjalanan wisata menggunakan kereta api menawarkan lebih dari sekadar cara mencapai tujuan. Wisatawan dapat menikmati perjalanan sambil melihat lanskap yang berubah, sekaligus berpindah antarkota menuju destinasi wisata di berbagai wilayah Pulau Jawa.
Konektivitas jaringan kereta membuat pilihan perjalanan wisata semakin beragam, dari wisata perkotaan dan kuliner hingga destinasi sejarah, budaya, dan alam. Di sisi lain, setiap perjalanan membuka peluang perputaran ekonomi bagi masyarakat di daerah yang menjadi tujuan wisata.
Jaringan kereta api di Pulau Jawa saat ini melayani 246 perjalanan melalui 380 stasiun aktif. Rute tersebut menghubungkan wilayah perkotaan hingga perdesaan sehingga wisatawan memiliki lebih banyak pilihan untuk menjangkau destinasi menggunakan transportasi publik.
Di Jawa Timur, misalnya, perjalanan kereta menghubungkan Surabaya dengan Malang dan Blitar yang memiliki beragam daya tarik wisata perkotaan, kuliner, sejarah, dan budaya. Jaringan tersebut juga menjangkau Mojokerto yang menjadi salah satu pintu menuju kawasan peninggalan Majapahit di Trowulan.
Sementara itu, Probolinggo menjadi salah satu akses menuju kawasan Bromo. Dengan jaringan antarkota tersebut, perjalanan menuju destinasi tidak harus berhenti pada satu kota, tetapi dapat menjadi bagian dari rangkaian perjalanan wisata.
Pilihan serupa tersedia di Jawa Barat. Kereta menghubungkan sejumlah wilayah seperti Karawang, Cirebon, Bandung, Garut, hingga Tasikmalaya yang menawarkan destinasi alam, budaya, sejarah, kuliner, dan wisata buatan.
Pengalaman perjalanan juga dapat dibuat lebih beragam melalui sejumlah layanan yang disediakan PT KAI melalui KAI Wisata. Di antaranya Kereta Istimewa, Kereta Panoramic, dan Kereta Priority yang menawarkan pengalaman perjalanan berbeda bagi wisatawan.
Pertumbuhan perjalanan wisatawan nusantara turut memperbesar relevansi konektivitas tersebut. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sebanyak 737,85 juta perjalanan wisatawan nusantara tercatat sepanjang Januari-Juli 2026, meningkat 3,34 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pulau Jawa masih menjadi tujuan utama. Pada Juli 2026, sebanyak 63,78 persen dari total perjalanan wisatawan nusantara tercatat menuju berbagai daerah di Pulau Jawa.
Besarnya mobilitas tersebut membuat akses transportasi menjadi bagian penting dalam pengembangan destinasi. Semakin mudah suatu daerah dijangkau, semakin terbuka pula peluang wisatawan untuk mengalokasikan waktu dan pengeluaran di destinasi tersebut.
Dampaknya tidak berhenti pada sektor transportasi. Aktivitas wisata menciptakan permintaan terhadap akomodasi, kuliner, transportasi lokal, atraksi wisata, produk UMKM, hingga usaha ekonomi kreatif di daerah tujuan.
Kementerian Pariwisata menilai jaringan kereta memiliki peran penting dalam memperkuat konektivitas antarkota dan antardaerah sekaligus memudahkan mobilitas wisatawan nusantara.
“Layanan KAI, khususnya di Pulau Jawa, menjadi sarana yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berwisata. Perjalanan dengan kereta api juga menawarkan pengalaman berbeda karena wisatawan dapat menikmati beragam pemandangan selama perjalanan,” ujar Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu Marthini di Jakarta, Jumat (4/9/2026).
Konteks konektivitas dan pengalaman perjalanan tersebut menjadi salah satu latar penyelenggaraan KAI Expo 2026 di Mal Kota Kasablanka, Jakarta, pada 4-6 September 2026. Ajang ini menawarkan sejumlah promosi perjalanan, termasuk diskon tiket kereta api dan Whoosh serta program cashback.
Diskon tiket diberikan berdasarkan jarak waktu antara pembelian dan keberangkatan, mulai dari 30 persen untuk keberangkatan 41-45 hari sejak pembelian, 10 persen untuk keberangkatan 6-40 hari, serta 5 persen untuk keberangkatan 0-5 hari.
Bagi pariwisata domestik, konektivitas tersebut pada akhirnya bukan sekadar persoalan memindahkan wisatawan dari satu kota ke kota lain. Jaringan transportasi yang terhubung memungkinkan perjalanan menjadi pengalaman sekaligus membuka akses ekonomi bagi lebih banyak daerah.
“Setiap perjalanan yang dilakukan diharapkan menghadirkan pengalaman yang berkesan bagi wisatawan sekaligus memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Made.

