JAKARTA – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mengarahkan strategi pemasarannya ke Jawa Barat setelah mencatatkan penjualan sebesar 18,27 juta ton pada semester I 2026. Provinsi tersebut dipilih sebagai pasar potensial karena permintaan semen tumbuh 7,5 persen secara tahunan (year on year/yoy), lebih tinggi dibanding sejumlah wilayah lainnya.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya SIG menjaga momentum pertumbuhan penjualan sekaligus memperkuat posisi sebagai pemimpin pasar semen nasional melalui pengelolaan pasar yang lebih terarah.
Sepanjang semester I 2026, SIG membukukan volume penjualan sebesar 18,27 juta ton, meningkat 5,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 17,3 juta ton.
Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni mengatakan, pertumbuhan tersebut merupakan hasil strategi perusahaan dalam mempertajam pengelolaan pemasaran dan penjualan, sekaligus memastikan ketersediaan produk serta memperluas jangkauan pasar.
“Kinerja penjualan yang positif merupakan bukti konsistensi SIG menjalankan transformasi, khususnya dalam penguatan pengelolaan pasar mikro. Pencapaian ini juga sejalan dengan komitmen BP BUMN dan Danantara sehingga transformasi BUMN membuahkan hasil nyata dan menciptakan nilai untuk memberikan manfaat bagi negara dan seluruh pemangku kepentingan,” ujar Vita Mahreyni.
Menurut Vita, segmen ritel masih menjadi penopang utama bisnis perusahaan dengan kontribusi sekitar 70 persen terhadap total pendapatan SIG. Karena itu, perusahaan akan terus memperkuat penetrasi di pasar ritel, termasuk melalui pengembangan pasar-pasar yang memiliki prospek pertumbuhan tinggi.
Jawa Barat menjadi salah satu fokus utama strategi tersebut. Meningkatnya permintaan semen sebesar 7,5 persen secara tahunan pada semester I 2026 dinilai membuka peluang bagi SIG untuk meningkatkan pangsa pasar sekaligus mendorong pertumbuhan penjualan pada periode berikutnya.
Vita menegaskan, penguatan pasar mikro di berbagai wilayah, termasuk Jawa Barat, merupakan langkah strategis untuk memenangkan persaingan di industri semen.
“Penguatan pasar mikro di berbagai wilayah penjualan merupakan langkah strategis SIG untuk memenangkan persaingan dan menjadi motor penggerak pertumbuhan kinerja berkelanjutan dan semakin mengukuhkan posisi SIG sebagai market leader di Indonesia,” katanya.
Strategi tersebut diharapkan mampu menjaga tren pertumbuhan penjualan SIG sekaligus memperkuat daya saing perusahaan di tengah persaingan industri semen nasional.

