Rasional.co, Makassar– Di antara tebing karst yang menjulang dan aliran sungai yang tenang, keluarga di Dusun Rammang-Rammang, Sulawesi Selatan, menjalani hidup yang kini terasa berbeda.
Jika dahulu kawasan ini hanya menjadi daerah yang terisolasi, hari ini Rammang-Rammang tumbuh sebagai desa wisata berbasis pelestarian alam, menghadirkan peluang ekonomi, layanan kesehatan yang lebih terjangkau, serta pemahaman menjaga lingkungan dan menghadapi risiko bencana.
Melalui pendekatan berbasis masyarakat, Astra hadir mendampingi warga Rammang-Rammang melalui program Kampung Berseri Astra dalam menjaga warisan alam sekaligus mengembangkannya sebagai desa wisata berkelanjutan.
Upaya ini mendorong masyarakat setempat tidak hanya menjadi penjaga bentang alam karst, yang kini berstatus UNESCO Global Geopark, tetapi juga pelaku utama pembangunan yang selaras dengan alam dan kebutuhan hidup mereka.
“Astra senantiasa memperkuat program kontribusi sosial berkelanjutan yang dapat menciptakan kesejahteraan bagi bangsa, khususnya untuk wilayah pedesaan. Hal ini kami wujudkan dengan pengembangan Kampung Berseri Astra yang dilakukan melalui kolaborasi dan penguatan peran generasi muda, selaras dengan empat pilar kontribusi sosial Astra yaitu Kesehatan, Pendidikan, Lingkungan, dan Kewirausahaan untuk mendorong kesejahteraan masyarakat untuk hari ini dan masa depan Indonesia,” ujar Presiden Direktur Astra Djony Bunarto Tjondro melalui keterangan persnya, Selasa (23/12/2025).
Perjalanan perubahan Kampung Berseri Astra Rammang-Rammang tidak terlepas dari peran Zainal Abidin, tokoh penggerak Kampung Berseri Astra Rammang-Rammang, yang dikenal sebagai Penjaga Benteng Alam Karst Rammang-Rammang.
Sebagai putra daerah pertama yang menempuh pendidikan hingga jenjang doktoral, Zainal mengajak warga melihat potensi kampung halamannya sebagai sumber penghidupan berkelanjutan. Melalui inisiatif sederhana memperkenalkan keindahan alam karst melalui media sosial, ia membuka jalan bagi Rammang-Rammang dikenal lebih luas, tanpa meninggalkan nilai pelestarian.
Seiring bertumbuhnya aktivitas wisata, masyarakat Rammang-Rammang juga didampingi untuk menjaga ekosistem alamnya. Salah satunya melalui produksi pupuk organik ramah lingkungan yang berasal dari kotoran kelelawar di kawasan karst.

