JAKARTA – Otoritas Standar Periklanan Inggris (ASA) resmi melarang dua iklan media sosial Instagram menampilkan bintang sepak bola dunia Harry Kane dan Erling Haaland. Badan pengawas periklanan menilai promosi situs judi online tersebut tidak bertanggung jawab serta melanggar kode etik industri. ASA menegaskan figur striker top Liga Inggris memiliki daya tarik sangat kuat bagi anak berusia di bawah 18 tahun.
Penyelidikan kasus ini bermula sejak November lalu setelah ASA menerima aduan resmi dari seorang peneliti asal Universitas Bristol. Promosi bermasalah pertama memuat foto kapten timnas Inggris dengan narasi peluang meraih penghargaan individu tertinggi sepak bola.
“Harry Kane merupakan pemain paling banyak diunggulkan memenangkan Ballon d’Or pada tahun 2026,” tulis unggahan Oddschecker tersebut sembari menyertakan emoji trofi.
Unggahan kedua menampilkan penyerang Manchester City dengan fokus pada bursa taruhan global. Konten tersebut mengklaim bahwa dalam 24 jam terakhir, peluang Norwegia memenangkan Piala Dunia 2026 menjadi taruhan paling banyak mendapat dukungan publik melalui situs mereka.
Pembelaan Pihak Oddschecker
Cyan Blue Odds Ltd selaku pemilik platform Oddschecker berdalih bahwa unggahan tersebut murni bersifat editorial, bukan materi promosi berbayar. Pihak perusahaan mengaku sudah memahami risiko keterlibatan pesepak bola populer terhadap audiens anak-anak. Oleh karena itu, manajemen mengklaim telah mengaktifkan fitur pembatasan usia minimal 18 tahun ke atas pada akun Instagram resmi mereka.
Respons Tegas ASA
ASA menolak argumen pembatasan usia digital tersebut karena sistem verifikasi platform media sosial masih memiliki celah besar. Pihak berwenang menemukan fakta lapangan mengenai manipulasi data sekunder oleh pengguna internet usia dini.
“Ada setidaknya sejumlah besar anak tidak menggunakan tanggal lahir sebenarnya saat mendaftar akun Instagram,” tegas perwakilan ASA dalam keputusan resminya.

