Jakarta, Rasional.co – PT ANTAM (Persero) Tbk memusatkan pengembangan hilirisasi pada tiga komoditas utama, yakni emas, nikel, dan bauksit. Pengembangan tersebut mencakup penguatan fasilitas pengolahan, rantai pasok, hingga pengembangan material baterai kendaraan listrik.
Dalam Paparan Publik 2026, emiten berkode ANTM ini menyampaikan sejumlah agenda pengembangan pada ketiga komoditas tersebut. Perusahaan juga membukukan pendapatan Rp62,71 triliun dan laba bersih Rp6,91 triliun pada semester I 2026.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko ANTAM, Arini Kasmira, mengatakan pengembangan bisnis berjalan seiring dengan upaya menjaga fundamental keuangan. Strategi tersebut mencakup optimalisasi operasional, pengelolaan portofolio komoditas, efisiensi biaya, serta pengembangan hilirisasi.
Pada bisnis emas, ANTAM mencatat volume penjualan sekitar 18,1 ton dengan pendapatan sekitar Rp50,39 triliun sepanjang semester I 2026. Perusahaan juga mempersiapkan pengembangan fasilitas manufaktur Logam Mulia di Gresik dengan proyeksi kapasitas sekitar 30 ton per tahun.
Fasilitas tersebut saat ini berada pada tahap prakonstruksi. Selain pengembangan manufaktur, ANTAM berfokus memperkuat pasokan bahan baku, kapabilitas pengolahan, serta akses pasar untuk menjaga keberlanjutan bisnis emas.
Pada komoditas nikel, ANTAM membukukan produksi bijih sekitar 7,78 juta wet metric ton (wmt) dan penjualan sekitar 6,77 juta wmt selama semester pertama 2026. Seluruh penjualan bijih nikel pada periode tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik.
Pengembangan hilirisasi nikel mencakup rantai bisnis dari pertambangan, teknologi rotary kiln electric furnace (RKEF) dan high-pressure acid leach (HPAL), hingga material baterai dan sel baterai. Rantai nilai tersebut menjadi bagian dari pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik.
“Pengembangan hilirisasi merupakan bagian penting dari strategi pertumbuhan jangka panjang ANTAM. Kami ingin memastikan sumber daya yang dimiliki Perseroan dapat memberikan nilai tambah yang semakin optimal melalui pengembangan rantai bisnis yang lebih terintegrasi, dengan tetap memperhatikan aspek keekonomian proyek dan pengelolaan risiko,” kata Arini.
Trending
- Prediksi PSG vs Barcelona: Duel Sengit 2 Tim Produktif di Liga Champions 2026/27
- Prediksi Stuttgart vs Atletico Madrid: Tuan Rumah Mau Pertahankan Rekor di Liga Champions 2026/27
- Ini Strategi UMKM Perluas Pasar hingga Ekspor
- Punya Dana Rp 3 Triliun, Telkom Percepat Buyback
- Antrean BBM Bali, Cadangan Pasokan Naik Jadi 15 Hari
- Serap 2,19 Juta Pekerja, Investasi hingga September 2026 Capai Rp1.539 Triliun
- Telkom Tak Cuma Bangun Infrastruktur, Bidik Kedaulatan Digital
- Menteri Pertanian Amran Surati Kapolri, Ini Isinya

