JAKARTA – Manajemen Manchester City resmi mengajukan banding terkait dakwaan bersalah dari otoritas Premier League seputar pelanggaran regulasi finansial (FFP) Liga Inggris. Klub mengajukan dokumen perlawanan hukum secara menyeluruh merespons putusan komisi independen.
Berdasarkan rilis resmi klub, pengajuan dokumen perlawanan hukum telah masuk pada awal Oktober 2026. Pihak manajemen menolak keras seluruh opini komisi disipliner.
“Sikap tegas Klub adalah bahwa, berdasarkan berbagai alasan, pendapat tersebut memuat kesalahan materiil secara nyata—baik dari segi hukum, prinsip, maupun fakta—sehingga tidak dapat dipertanggungjawabkan,” tegas perwakilan resmi Manchester City.
Kubu Etihad mengklaim sama sekali tidak bersalah atas seluruh rentetan tuduhan pihak Premier League. Manajemen menyatakan telah menyiapkan bukti kuat serta tak terbantahkan guna mendukung posisi Klub terkait kasus hukum tersebut.
Klub berjanji terus menghormati proses peradilan berjalan. Pembatasan pemberian pernyataan lebih lanjut akan terus berlaku hingga seluruh rangkaian proses persidangan selesai.
Rincian Dakwaan Premier League
Sebelumnya, otoritas Premier League mengeluarkan rilis resmi berisi vonis bersalah kepada Manchester City seputar pelanggaran regulasi finansial. Putusan sebuah komisi independen menyatakan kubu Etihad terbukti melanggar peraturan keuangan kompetisi kasta tertinggi Inggris selama periode sembilan musim beruntun.
Selain masalah finansial, dokumen putusan juga memuat vonis bersalah terkait kegagalan klub menjalin kerja sama kooperatif selama proses penyelidikan oleh pihak Liga berlangsung.

