JAKARTA – Langit Jakarta kembali diselimuti kabut polusi pekat pada Selasa pagi. Berdasarkan pantauan situs pemantau kualitas udara IQAir pukul 06.30 WIB, peringkat kualitas udara Jakarta merosot hingga menduduki posisi keenam terburuk di dunia.
Dengan skor Indeks Kualitas Udara (AQI) mencapai 159, udara di ibu kota resmi masuk dalam kategori Tidak Sehat. Kondisi ini membuat warga yang hendak beraktivitas di luar rumah diimbau keras untuk selalu memakai masker perlindungan.
Peta Polusi Udara Terburuk di Dunia (Versi IQAir)
Jakarta harus bersaing dengan beberapa kota besar lainnya dalam urdaftar wilayah bertoksisitas tinggi pagi ini:
| Peringkat | Kota / Negara | Skor Indeks Kualitas Udara (AQI) | Kategori |
| 1 | Singapura | 182 | Tidak Sehat |
| 2 | Kolkata, India | 180 | Tidak Sehat |
| 3 | Lahore, Pakistan | 174 | Tidak Sehat |
| … | … | … | … |
| 6 | Jakarta, Indonesia | 159 | Tidak Sehat |
3 Jurus Utama Pemprov DKI Jinakkan Polusi Udara
Menanggapi situasi yang memprihatinkan ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta langsung tancap gas menjalankan tiga strategi utama untuk menekan laju emisi:
1. Perluasan Rute & Layanan Gratis Transjabodetabek
Mengingat sektor transportasi menyumbang 50 persen emisi gas buang di Jakarta, Pemprov DKI berfokus menekan penggunaan kendaraan pribadi. Jalur armada Transjabodetabek kini terus diperluas hingga mencakup rute-rute strategis:
-
Blok M – Alam Sutera
-
Blok M – PIK 2
-
Rute anyar Blok M – Bandara Soekarno-Hatta
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk beralih ke angkutan umum. Bahkan, Pemprov DKI telah menerbitkan regulasi khusus yang membebaskan biaya transportasi publik bagi 15 golongan masyarakat.
Saat ini, tingkat konektivitas transportasi publik Jakarta sudah menyentuh angka 92 persen—menempatkan Jakarta di posisi ke-17 dunia dan peringkat kedua di kawasan ASEAN, tepat di bawah Singapura.
2. Konversi Massal ke Armada Bus Listrik
Sebagai langkah jangka panjang untuk memangkas emisi kendaraan, Pemprov DKI menargetkan operasional 10.000 unit bus listrik Transjakarta secara bertahap hingga tahun 2030.
3. Percepatan Pembangunan Pengolahan Sampah (ITF)
Tak cuma fokus pada jalan raya, sektor sampah juga dibenahi. Pembangunan fasilitas pengolahan sampah modern Intermediate Treatment Facility (ITF) terus dikejar di empat titik kunci:
-
Sunter
-
Rorotan
-
Bantargebang
-
Jakarta Barat
Proyek pemrosesan sampah skala besar ini ditargetkan mulai beroperasi penuh pada pertengahan tahun ini.

