JAKARTA – Fenomena sepak bola antarkampung (tarkam) di Indonesia bukan cuma soal adu gengsi di lapangan tanah liat, tapi juga menyimpan banyak cerita emosional di luar garis lapangan. Hal inilah yang ditangkap oleh rumah produksi Entelekey Media Indonesia lewat karya layar lebar terbaru mereka, Bapakmu Kiper.
Disutradarai oleh tangan dingin Oddy Harahap, film drama olahraga ini mengemas hangatnya hubungan ayah dan anak dengan latar belakang dunia bola tarkam yang lokal dan riil.
Kisah berpusat pada Warto (Fedi Nuril), seorang penjual ikan yang dulunya dikenal sebagai kiper tarkam andalan. Warto punya mimpi besar untuk anaknya, Dino (Ali Fikry), seorang striker muda bertalenta yang bercita-cita menembus kancah profesional.
Agar bakat Dino dilirik para pencari bakat, Warto berharap Dino bisa membawa timnya, Serigala Sakti, menjuarai turnamen Tarkam Super Cup. Masalahnya, hubungan dingin yang sudah lama terjalin di antara mereka membuat Dino enggan mendengarkan saran sang ayah.
Drama makin memanas ketika tim Serigala Sakti mendadak “dibajak” oleh konglomerat lokal persis sebelum laga final digelar. Dari musibah ini, Warto justru melihat celah untuk merangkul kembali anaknya.
Demi menemani Dino bertanding, Warto nekat mengumpulkan kembali rekan-rekan lamanya di Serigala Sakti. Uniknya, tim impian ini kini diisi oleh bapak-bapak dengan profesi sehari-hari yang jauh dari lapangan hijau:
- Kuli Panggul
- Hansip
- Montir Bengkel
- Preman Pasar
Warto pun kembali mengenakan sarung tangan kiper demi memimpin skuad “bapak-bapak pekerja” ini di pertandingan paling menentukan dalam hidup mereka.
Meskipun menghadirkan ketegangan pertandingan tarkam yang khas, inti dari Bapakmu Kiper terletak pada rekonsiliasi emosional. Sepak bola di sini menjadi bahasa pemersatu antara Warto dan Dino yang sempat kehilangan komunikasi. Naskah racikan Titien Wattimena dan Aaron Hart berhasil menyeimbangkan aksi di lapangan dengan momen kedekatan ayah-anak yang menguras emosi.
Di bawah arahan produser Yvonne Supangkat, Patricia Gunadi, dan Garnet Geraldine, film ini didukung oleh deretan aktor papan atas hingga komedian kawakan:
- Fedi Nuril sebagai Warto
- Ali Fikry sebagai Dino
- Tanta Ginting sebagai Ngatiman (Montir Bengkel)
- Augie Fantinus sebagai Hendra
- Vidi Bulle sebagai Adam (Hansip)
- Bang Tigor (Djaitov Tigor) sebagai Supar (Kuli Panggul)
- Didi Mursidi sebagai David Bekam
- Mas Cemen sebagai Yono (Copet)
- Neysa Chandria, King Polo, dan Garnet Geraldine

