JAKARTA – Agnes Monica (Agnez Mo) membagikan rasa bangganya terhadap penggarapan Reacher Season 4. Serial yang tayang di Prime Original ini dinilai berani memberi ruang bagi kebudayaan Indonesia dan Asia Tenggara tanpa perlu terjebak dalam Asian tropes atau penggambaran karakter Asia yang klise.
Dalam industri sinema global, istilah Asian tropes mengacu pada formula usang yang terus diulang: perempuan Asia kerap dikotakkan sebagai sosok yang terlalu seksi, licik, atau kutu buku. Karakter mereka sering kali cuma dijadikan pajangan budaya tanpa kedalaman emosi.
Karakter Jahat yang Dimanusiakan, Bukan Sekadar Formalitas Budaya
Di proyek Reacher Season 4, Agnes memainkan peran penjahat yang memiliki dimensi karakter nyata. Penggambaran tokoh yang ia bawakan tidak fokus pada latar belakang etnisnya semata, melainkan pada motif tindakan karakter tersebut.
“Mereka enggak mematok karakter kita sebagai orang Indonesia sebagai jualan utama. Mereka tampil murni sebagai antagonis—penjahat yang kebetulan berasal dari Indonesia,” kata Agnes dalam wawancara resmi bersama Prime Original.
Pendekatan penulisan cerita ini memberikan Agnes keleluasaan berakting. Ia bisa membawakan karakternya secara lepas tanpa bayang-bayang persepsi standar tentang bagaimana cara perempuan Asia bertindak di layar kaca.
15 Tahun Menolak Peran Klise di Hollywood
Pengalaman Agnes menembus pasar internasional memberinya banyak pelajaran. Selama 15 tahun terakhir, ia mengaku cukup selektif menerima tawaran film atau serial barat karena mayoritas naskah masih mengurung aktor Asia dalam stereotip lama.
- Penawaran Seragam: Karakter yang disodorkan sering kali cuma berputar di antara sosok yang sangat seksi atau sangat pintar/kutu buku.
- Prinsip Peran: Meski karakter seksi dan pintar itu hal yang nyata di dunia nyata, Agnes menolak peran yang menjadikan stereotip tersebut sebagai satu-satunya identitas karakter.
Apresiasi untuk Nick Santora dan Masa Depan Representasi Asia Tenggara
Keseriusan tim produksi Reacher Season 4 dalam menggarap elemen lokal juga mendapat pujian langsung dari Agnes. Ia menyoroti peran penting Nick Santora selaku showrunner dan kreator utama serial ini.
- Komitmen Kebudayaan: Nick Santora dipuji karena bertindak detail dalam memastikan unsur budaya Indonesia direpresentasikan dengan akurat.
- Dampak Bagi Asia Tenggara: Penonton kini bisa melihat representasi Asia Tenggara yang lebih adil—karakter yang hidup sebagai manusia utuh dengan konflik personal, bukan sekadar simbol etnis.

