JAKARTA – Layar gawai menyala terang memecah keheningan malam gulita saat jutaan pasang mata terhipnotis oleh sengitnya pertandingan Piala Dunia atau kejaran tenggat waktu pekerjaan. Ritual terjaga hingga dini hari kini menjelma menjadi gaya hidup kaum urban penakluk malam. Namun, di balik serunya riuh gol atau selesainya tugas kantor, ancaman kesehatan nyata siap mengintai tubuh tanpa kompromi jika abai menerapkan aturan begadang sehat.
Dokter spesialis gizi klinik, dr. Raissa E Djuanda, MGizi, SpGK, AIFO-K, FINEM, membagikan sejumlah panduan penting bagi masyarakat terpaksa terjaga hingga dini hari. Manajemen waktu istirahat menjadi kunci utama menjaga kebugaran fisik tetap prima.
“Tidur lebih awal pada malam sebelumnya bila memungkinkan. Lakukan tidur singkat (power nap) 20–30 menit pada siang hari bila diperlukan,” ujar Raissa saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Senin.
Manajemen Tidur Singkat dan Efek Buruk Kebiasaan Melek
Lulusan spesialis gizi klinik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini menekankan pentingnya menjaga total durasi istirahat harian. Pola makan seimbang serta kecukupan hidrasi air putih juga memegang peranan krusial mencegah kelelahan akut. Sebaliknya, kebiasaan terjaga sepanjang malam secara terus-menerus memicu kerusakan sistem internal tubuh.
Berikut deretan dampak negatif serta risiko kesehatan akibat kebiasaan melek malam berlebihan:
- Gangguan Konsentrasi: Mengurangi ketajaman berpikir serta fokus penyelesaian tugas harian.
- Kerusakan Metabolisme: Memicu perubahan nafsu makan tidak terkendali secara jangka panjang.
- Penurunan Imunitas: Melemahkan daya tahan tubuh terhadap serangan infeksi virus penyakit.
- Paparan Cahaya Gawai: Merusak ritme sirkadian tubuh akibat radiasi layar menjelang tidur.
Batasi Takaran Kafein Demi Jantung
Guna mempertahankan rasa kantuk tetap menjauh, kopi kerap menjadi senjata utama andalan kaum malam. Namun, dokter praktik RS MMC ini melarang keras konsumsi stimulan secara berlebihan karena memicu efek samping instan. Batas aman asupan cairan penahan kantuk bagi orang dewasa sehat maksimal berada pada angka 400 mg per hari.
Konsumsi melebihi takaran tersebut, atau setara 3 sampai 4 cangkir kopi seduh, memicu respons negatif organ dalam tubuh. Gejala buruk seperti cemas, tremor, gangguan lambung, hipertensi, hingga jantung berdebar kencang siap menyerang seketika.
“Sebaiknya hindari konsumsi kafein dalam jumlah besar sekaligus, batasi beberapa jam sebelum waktu tidur,” kata Raissa menutup edukasi kesehatan seputar pembatasan asupan harian.

