JAKARTA – Jarum jam dinding perlahan merangkak melewati angka dua malam, menyisakan sunyi ruang kerja serta kelap-kelip layar komputer para pejuang fajar. Lambung sering kali mulai meletupkan rasa lapar, menggoda tangan mencari sisa gorengan atau sebungkus mi instan sisa malam tadi. Namun, keputusan mengisi perut secara sembarangan saat terjaga tengah malam justru berpotensi merusak kualitas istirahat sekaligus mengundang tumpukan lemak.
Mengatasi dilema tersebut, camilan sehat dini hari hadir sebagai solusi menjaga energi tanpa mengorbankan kebugaran tubuh. Dokter spesialis gizi klinik, Raissa E Djuanda, membagikan panduan nutrisi tepat bagi masyarakat terpaksa beraktivitas hingga larut malam.
“Bila terbangun dini hari dan beraktivitas selama beberapa jam, camilan sehat dapat membantu menjaga energi dan konsentrasi,” ujar Raissa saat memberikan keterangan resmi di Jakarta.
Panduan Menu Anti-Kantuk dan Gangguan Pencernaan
Dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia tersebut menegaskan, tubuh tidak selalu membutuhkan asupan makanan berat jika tidak merasa lapar. Konsumsi makanan tinggi kalori, gula, serta gorengan saat begadang justru memicu kantuk hebat akibat lonjakan gula darah mendadak.
Sebaliknya, pemilihan menu harus berfokus pada kombinasi karbohidrat kompleks serta protein guna memberikan rasa kenyang lebih lama. Berikut adalah beberapa rekomendasi makanan dan minuman alternatif pengisi perut tengah malam:
- Yogurt Rendah Gula: Membantu menjaga kesehatan pencernaan tanpa membebani kerja lambung.
- Susu Rendah Lemak: Sumber kalsium serta mineral pemberi rasa kenyang lebih lama daripada minuman manis biasa.
- Buah-Buahan Segar: Pemasok vitamin alami pencegah dehidrasi tubuh selama begadang.
- Kacang Panggang: Camilan praktis kaya protein guna mempertahankan fokus serta konsentrasi kerja.
Batasi Kafein Demi Jantung dan Kualitas Tidur
Selain mengatur jenis kudapan, masyarakat juga wajib membatasi asupan cairan pencetus insomnia seperti kopi beberapa jam sebelum beristirahat. Konsumsi kafein secara berlebihan terbukti menurunkan kualitas tidur secara drastis serta memicu gangguan ritme jantung.
“Pada orang dewasa sehat, asupan kafein umumnya disarankan tidak melebihi 400 mg per hari, setara sekitar 3–4 cangkir kopi seduh,” tutur dokter praktisi Rumah Sakit MMC tersebut melengkapi penjelasannya.
Meskipun susu dan kacang panggang membantu menopang stamina, pemenuhan waktu tidur cukup tetap menjadi kunci utama kebugaran. Pengaturan total asupan gizi harian secara seimbang jauh lebih krusial daripada sekadar mencari penangkal instan efek buruk begadang.

