JAKARTA – Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman memastikan Program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan di tengah pembenahan Badan Gizi Nasional di Jakarta. Pemerintah melanjutkan program tersebut karena menyangkut kebutuhan gizi anak sekolah, ibu hamil, dan kelompok rentan.
Pernyataan itu disampaikan menyusul pergantian pimpinan BGN dan proses hukum yang sedang berlangsung. Pemerintah menilai langkah tersebut sebagai bagian dari evaluasi untuk memperbaiki tata kelola program.
“Pergantian pimpinan BGN dan proses hukum yang saat ini berjalan menunjukkan bahwa pemerintah tidak menutup mata terhadap masalah yang terjadi. Pemerintah memiliki keberanian untuk melakukan evaluasi, memperbaiki kelemahan, dan membenahi tata kelola program agar semakin baik ke depan,” ujar Dudung Abdurachman di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat(19/6/26).
Program Makan Bergizi Gratis Tetap Dilanjutkan
Dudung menegaskan kendala internal tidak akan menghentikan Program Makan Bergizi Gratis. Presiden telah menginstruksikan agar pemenuhan gizi masyarakat tetap berjalan tanpa gangguan.
“Presiden memastikan bahwa program Makan Bergizi Gratis tetap dilanjutkan, karena program ini menyangkut kebutuhan dasar rakyat, terutama anak-anak sekolah, ibu hamil, dan kelompok rentan,” katanya.
“Kita tidak boleh berhenti hanya karena ada masalah, tetapi justru harus belajar dari masalah itu, memperbaiki sistemnya, dan memastikan manfaat program tetap sampai kepada masyarakat,” tegasnya.
Pengawasan Publik dan Tata Kelola Diperkuat
Sebagai fungsi pengendalian, KSP melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi. Hasil pemantauan menunjukkan sejumlah SPPG telah menerapkan standar operasional dengan baik.
Menurut Dudung, praktik baik tersebut dapat menjadi percontohan bagi daerah lain. Dia menyebut standar itu mencakup kebersihan dapur, kualitas bahan makanan, keamanan pangan, dan distribusi.
KSP juga membuka ruang pengawasan partisipatif agar masyarakat ikut mengawal pelaksanaan program. Pengawasan itu dilakukan untuk memastikan kualitas, ketepatan sasaran, dan keamanan Program Makan Bergizi Gratis tetap terjaga.
“Kantor Staf Presiden akan terus mengawal proses pembenahan BGN, agar perbaikan yang dilakukan benar-benar menyentuh sistem, mulai dari pengawasan anggaran, kualitas makanan, keamanan pangan, rantai distribusi, hingga mekanisme pengaduan publik. KSP hadir sebagai pengendali program, pengawal pembenahan, penghubung lintas lembaga, dan penjaga agar program prioritas Presiden tetap berpihak kepada rakyat. Yang paling penting, program ini harus dirasakan langsung oleh masyarakat, dijalankan dengan tata kelola yang baik, mengedepankan kualitas, tepat sasaran, dan bersih dari penyimpangan,” pungkasnya.

