JAKARTA – Suasana sunyi senyap menjelang subuh di kawasan Bojong Menteng mendadak berubah tegang kala deru mesin motor sekelompok remaja memecah keheningan malam. Bukannya bersiap menyambut fajar dengan aktivitas positif, belasan pemuda justru kedapatan merancang aksi kekerasan jalanan berdarah.
Beruntung, kewaspadaan tinggi personel Korps Baret Biru berhasil mengendus pergerakan liar ini sebelum darah telanjur tumpah di jalanan Kota Patriot.
Aparat Satuan Brimob Polda Metro Jaya menggagalkan aksi tawuran remaja di Bekasi, tepatnya wilayah Kecamatan Rawalumbu, Selasa dini hari. Petugas bergerak cepat mengepung lokasi berkumpulnya para pelaku hingga berhasil mengamankan 18 remaja tanpa perlawanan berarti.
“Patroli preventif personel di lapangan merupakan langkah nyata mencegah potensi gangguan keamanan sebelum menimbulkan korban maupun keresahan masyarakat,” kata Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol. Henik Maryanto saat konfirmasi di Bekasi, Selasa.
Pengepungan Kilat dan Penyitaan Bom Molotov
Penggagalan aksi kriminal jalanan ini bermula saat personel Brimob melaksanakan patroli rayonisasi antisipasi kejahatan malam, balap liar, serta begal. Saat menyisir kawasan Jalan Lisong sekitar pukul 04.15 WIB, petugas memergoki gerombolan pemuda mencurigakan. Benar saja, pemeriksaan mendalam menemukan berbagai benda berbahaya siap pakai untuk melukai kelompok lawan.
Berikut adalah data hasil operasi cipta kondisi Satuan Brimob Polda Metro Jaya:
- Jumlah Pelaku Diamankan: 18 remaja terduga pelaku tawuran.
- Lokasi Penangkapan: Kawasan Jalan Lisong, Bojong Menteng, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat.
- Barang Bukti Senjata: Satu buah bom molotov siap ledak.
- Barang Bukti Kendaraan: Lima unit sepeda motor operasional.
- Barang Bukti Elektronik: 10 unit telepon genggam berisi koordinasi rencana tawuran.
Desakan Pengawasan Orang Tua dan Hotline Polisi
Seluruh pelaku beserta barang bukti kini mendekam di ruang penyidik Polres Metro Bekasi Kota guna menjalani pemeriksaan hukum lanjutan. Henik menegaskan kehadiran anggota Brimob pada jam-jam rawan menjelang pagi bertujuan memastikan ruang publik tetap aman kondusif.
“Kami akan terus hadir di tengah masyarakat mencegah tawuran, balap liar, maupun gangguan kamtibmas lainnya sehingga warga dapat beraktivitas aman,” ujarnya menegaskan komitmen institusi.
Pihak kepolisian turut mengimbau para orang tua agar memperketat pengawasan aktivitas anak, terutama malam hingga dini hari. Langkah pencegahan dini ini penting demi menghindari keterlibatan buah hati dalam kenakalan remaja berbahaya. Warga sekitar juga diharapkan aktif melaporkan potensi gangguan keamanan melalui layanan Call Center Polri 110.

