JAKARTA – Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri memeriksa seorang asisten pribadi YouTuber berinisial CD (29) terkait pembelian 20 tabung gas tawa merek Whip Pink. Pemeriksaan dilakukan pada Jumat(22/5/26) sebagai bagian dari pendalaman penyelidikan yang sedang berlangsung.
Kasubdit III Dittipidnarkoba Bareskrim Polri Kombes Pol Zulkarnain Harahap mengatakan CD telah memenuhi panggilan penyidik dan memberikan keterangan terkait transaksi pembelian produk tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan, CD diketahui membeli Whip Pink pada akhir 2025 hingga awal 2026.
“CD sudah memenuhi panggilan dan hadir Jumat kemarin. Yang bersangkutan telah membeli Whip Pink sebanyak 20 tabung pada akhir tahun 2025 dan awal 2026,” kata Zulkarnain dalam keterangan tertulisnya, Jumat(29/5/26).
Menurut penyidik, produk yang dibeli terdiri dari tabung berukuran 640 gram dan 950 gram. Dalam keterangannya, CD mengaku menggunakan produk tersebut bersama teman-teman dan pegawainya.
“Dipakai bersama teman-teman dan pegawainya,” ujar Zulkarnain.
Gas Tawa Dibeli Lewat Pencarian Google
Penyidik mengungkapkan CD memperoleh produk tersebut setelah mencari informasi melalui internet menggunakan kata kunci “Whip Cream”. Dari pencarian tersebut, dia kemudian diarahkan kepada nomor WhatsApp admin PT Suplaindo Sukses Sejahtera (PT SSS).
Setelah berkomunikasi dengan pihak penjual, CD mengisi formulir pemesanan dan melakukan pembayaran melalui layanan mobile banking pribadi. Produk kemudian dikirim oleh kurir ke lokasi tujuan.
“Setelah itu, mengisi format pesanan, mentransfer via mobile banking pribadi, dan barang diantar oleh kurir dalam waktu sekitar 1 jam,” kata Zulkarnain.
Keterangan tersebut kini menjadi bagian dari materi pemeriksaan yang sedang didalami penyidik untuk memetakan proses pembelian dan distribusi produk yang bersangkutan.
Bareskrim Telusuri Distribusi Gas Tawa
Bareskrim Polri menegaskan pemeriksaan terhadap CD merupakan bagian dari upaya mengumpulkan fakta dan keterangan dalam penyelidikan yang masih berjalan. Penyidik juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk melengkapi informasi yang diperlukan.
Berdasarkan informasi yang beredar, CD disebut merupakan asisten pribadi YouTuber berinisial RA. Namun hingga kini penyidik belum menyampaikan adanya keterkaitan pihak lain dalam perkara tersebut.
Polisi juga belum menyampaikan kesimpulan akhir terkait hasil pendalaman yang sedang dilakukan. Fokus pemeriksaan saat ini masih mengarah pada pola pembelian, penggunaan, dan jalur distribusi produk yang telah diperoleh saksi.
Melalui pemeriksaan tersebut, penyidik berharap dapat memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai peredaran gas tawa serta memastikan seluruh fakta yang berkaitan dengan pembelian dan distribusinya dapat terungkap secara menyeluruh sesuai proses hukum yang berlaku.

