Close Menu
rasional.corasional.co
    What's Hot

    Presiden Jerman Tiba di Jakarta, Agenda Strategis dengan Prabowo di Istana

    Juni 15, 2026

    Duka Jakim 2026, Satu Pelari Meninggal dan Banyak Peserta Tumbang

    Juni 15, 2026

    Perjalanan Hak Siar Piala Dunia di Indonesia: Dari TVRI hingga Era Streaming 2026

    Juni 15, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Trending
    • Presiden Jerman Tiba di Jakarta, Agenda Strategis dengan Prabowo di Istana
    • Duka Jakim 2026, Satu Pelari Meninggal dan Banyak Peserta Tumbang
    • Perjalanan Hak Siar Piala Dunia di Indonesia: Dari TVRI hingga Era Streaming 2026
    • Jejak Pelatih Persija 10 Tahun Terakhir: Mampukah Shin Tae-Yong Akhiri Era Ketidakstabilan Macan Kemayoran?
    • Rp1,22 Triliun Disetor ke Negara, Jaksa Agung Jawab Keraguan Publik
    • Jakarta Pusat Dikepung Empat Demo, 5.955 Personel Gabungan Disiagakan
    • Hasil Pertemuan Kertanegara, Prabowo Perintahkan Data Investasi Dibuka
    • Jelang 1 Muharram, Makna Hijrah Jadi Cermin Kepemimpinan Strategis
    Facebook X (Twitter) Instagram
    rasional.corasional.co
    Login
    Senin, Juni 15
    • Nasional
    • Dunia
    • Ekonomi
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Tekno
    • Sport
    • Video
    rasional.corasional.co
    • Nasional
    • Dunia
    • Ekonomi
    • Lifestyle
    • Otomotif
    • Tekno
    • Sport
    • Video
    Beranda » Legenda Italia Murka, Sebut Gabriele Gravina Tidak Tahu Malu Tetap Jabat Presiden FIGC
    Sport

    Legenda Italia Murka, Sebut Gabriele Gravina Tidak Tahu Malu Tetap Jabat Presiden FIGC

    AyuBy AyuApril 2, 2026Tidak ada komentar2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Telegram Copy Link
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

    Jakarta – Kegagalan Italia di playoff Piala Dunia memicu gelombang protes keras dari berbagai kalangan, termasuk mantan kiper Timnas Italia, Emiliano Viviano.

    Viviano melontarkan kritik tajam terhadap Presiden Federasi Sepak Bola Italia (FIGC), Gabriele Gravina, yang tetap bersikeras menduduki kursinya meski Gli Azzurri kembali absen di turnamen sepak bola terbesar sejagat tersebut.

    Desakan Mundur untuk Gabriele Gravina

    Viviano memandang sikap keras kepala Gravina sebagai bentuk kegagalan moral yang nyata. Menurutnya, kegagalan fatal di babak kualifikasi seharusnya berujung pada pengunduran diri secara terhormat. Viviano bahkan menilai langkah mundur saja belum cukup untuk menebus kekecewaan publik sepak bola Italia yang sangat mendalam.

    “Sungguh tidak masuk akal bagi saya bahwa presiden federasi belum mengundurkan diri. Jika berada dalam posisi Gravina, saya akan memilih untuk meninggalkan negara ini,” tegas Viviano saat berbicara kepada Radio Firenzeviola.

    Ketegasan Viviano mencerminkan amarah publik yang merasa FIGC tidak memiliki rasa tanggung jawab atas kemerosotan prestasi tim nasional. Tekanan terhadap Gravina terus meningkat, namun hingga saat ini, sang presiden federasi belum menunjukkan tanda-tanda akan melepas jabatannya.

    Bobroknya Sistem Pembinaan Usia Muda

    Selain menyerang pucuk pimpinan federasi, Viviano membongkar akar permasalahan sepak bola Italia yang bermula dari level akar rumput. Sebagai orang tua yang mendampingi anaknya di dunia sepak bola usia dini, ia melihat kurikulum akademi di Italia sudah kehilangan esensi dasar dalam membangun kualitas pemain masa depan.

    Viviano menilai akademi sepak bola saat ini hanya mementingkan hasil akhir jangka pendek daripada pengembangan teknik dan mentalitas pemain. Paradigma “menang atau kalah hari ini” dianggap merusak fondasi olahraga di Italia yang dulunya sangat disegani.

    “Kami adalah salah satu negara terbaik dalam olahraga, namun di akademi sepak bola, tidak ada yang dibangun atau diajarkan. Semua hanya tentang ‘hari ini saya menang, hari ini saya kalah’, dan tidak lebih dari itu,” pungkasnya.

    Kritik pedas ini memperjelas bahwa masalah sepak bola Italia bukan sekadar hasil buruk di lapangan, melainkan adanya kerusakan sistemik dari tingkat manajemen hingga pola pembinaan pemain muda.

    Akademi Sepak Bola Berita Viral Emiliano Viviano FIGC Gabriele Gravina Italia Piala Dunia Playoff Sepak Bola Timnas Italia
    Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    Previous ArticleGedung Federasi Sepak Bola Italia Mendadak Bau Amis Dilempar Telur Usai Gli Azzurri Melempem Lawan Bosnia dan Gagal Main di Piala Dunia
    Next Article MUI Sambut Smart 171 dan Kasih Palestina, Perkuat Jejaring Kemanusiaan Global
    Ayu

    Related Posts

    Perjalanan Hak Siar Piala Dunia di Indonesia: Dari TVRI hingga Era Streaming 2026

    Juni 15, 2026

    Jejak Pelatih Persija 10 Tahun Terakhir: Mampukah Shin Tae-Yong Akhiri Era Ketidakstabilan Macan Kemayoran?

    Juni 15, 2026

    John Herdman Jadi Harapan Baru Timnas Indonesia, Mampukah Ulangi Keajaiban Kanada?

    Juni 12, 2026

    Napoli Diskon Gede-Gedean Romelu Lukaku, Jual Rugi Striker Mandulnya Rp170 Miliar

    Juni 12, 2026

    Drama Menit 88 Bikin Nyesek, Erick Thohir Tetap Puji Jiwa Petarung Garuda Muda

    Juni 12, 2026

    Igor Tolic Siap Obrak-Abrik ASEAN Club Championship, Persib Bandung Tak Gentar Hadapi JDT Hingga Port FC

    Juni 12, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    BERITA TERKINI

    Presiden Jerman Tiba di Jakarta, Agenda Strategis dengan Prabowo di Istana

    By MartinJuni 15, 2026

    JAKARTA – Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier dan Ibu Elke Büdenbender tiba di Jakarta…

    Duka Jakim 2026, Satu Pelari Meninggal dan Banyak Peserta Tumbang

    Juni 15, 2026

    Perjalanan Hak Siar Piala Dunia di Indonesia: Dari TVRI hingga Era Streaming 2026

    Juni 15, 2026
    Top Trending

    Duka Jakim 2026, Satu Pelari Meninggal dan Banyak Peserta Tumbang

    By MartinJuni 15, 2026

    JAKARTA – BTN Jakarta International Marathon (Jakim) 2026 di Jakarta diwarnai banyak…

    Jakarta Pusat Dikepung Empat Demo, 5.955 Personel Gabungan Disiagakan

    By MartinJuni 15, 2026

    JAKARTA – Empat demonstrasi mahasiswa dan organisasi digelar di Jakarta Pusat pada…

    Jejak Pelatih Persija 10 Tahun Terakhir: Mampukah Shin Tae-Yong Akhiri Era Ketidakstabilan Macan Kemayoran?

    By AINJuni 15, 2026

    JAKARTA – Kedatangan mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-Yong, sebagai pelatih baru…

    © 2026 RASIONAL.CO
    • Privacy Policy
    • Terms of Service
    • Extra Crunch Terms
    • Code of Conduct

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

    Sign In or Register

    Welcome Back!

    Login to your account below.

    Lost password?