Jakarta – Stadion Molineux yang dingin mendadak terasa mencekam bagi Arsenal saat peluit panjang berbunyi pada Kamis dini hari WIB. Riuh rendah pendukung Wolverhampton Wanderers pecah, bukan karena kemenangan besar, melainkan karena sebuah drama “komedi putar” di jantung pertahanan The Gunners yang merampas tiga poin tim tamu di detik terakhir. Kemenangan yang sudah berada di depan mata mendadak menguap, meninggalkan raut wajah lesu di kubu London Utara.
Dominasi Awal yang Semu
Arsenal sebenarnya memulai laga dengan intensitas tinggi. Baru lima menit laga berjalan, Bukayo Saka sudah memaksa Jose Sa memungut bola dari gawangnya lewat sundulan tajam memanfaatkan umpan Declan Rice. Dominasi tim tamu berlanjut di babak kedua saat Piero Hincapie menggandakan keunggulan pada menit ke-56 melalui sepakan keras yang sempat ditinjau VAR.
Namun, semangat pantang menyerah Wolves mulai merepotkan pertahanan lawan. Hugo Bueno memperkecil ketertinggalan lewat aksi individu menawan di menit ke-61. Petaka sesungguhnya bagi Arsenal muncul di masa injury time, tepatnya menit ke-95. Benturan antara David Raya dan Gabriel menciptakan kemelut yang berakhir dengan gol bunuh diri Riccardo Calafiori.
Mikel Arteta tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya atas hasil imbang 2-2 ini. “Sepak bola terkadang sangat kejam, kami mengendalikan permainan selama 90 menit namun kehilangan fokus di detik-detik krusial yang menentukan,” ungkap Arteta dalam sesi konferensi pers usai laga.
Puncak Klasemen yang Mulai Terusik
Hasil imbang ini memang masih menempatkan Arsenal di puncak klasemen Premier League dengan koleksi 58 poin. Namun, posisi tersebut kini tidak lagi senyaman sebelumnya. Manchester City yang berada di posisi kedua kini hanya terpaut lima angka dan masih mengantongi satu tabungan pertandingan yang bisa mempersempit jarak kapan saja.
Di sisi lain, satu poin ini menjadi suntikan moral luar biasa bagi Wolves. Meski masih terjerembab di dasar klasemen dengan 10 poin, keberhasilan menahan imbang sang pemuncak klasemen memberikan harapan baru bagi publik Molineux untuk keluar dari zona merah. Arsenal kini harus segera berbenah sebelum miskomunikasi lini belakang kembali menghantui ambisi juara musim ini.

