Jakarta – Tim perwakilan Indonesia, Onic, bersiap menghadapi wakil Singapura, Evil, dalam laga hidup mati babak Swiss Stage 4 M7 World Championship. Pertandingan yang mengusung format Best of Three (Bo3) ini menjadi peluang terakhir bagi sang “Landak Kuning” untuk menjaga asa lolos ke babak knockout.
Langkah Onic terganjal setelah mereka menelan kekalahan pahit dari Team Spirit (Eropa Timur) pada babak Swiss Stage 3, Selasa (13/1). Hasil minor ini menjadi kekalahan kedua Onic, menyusul hasil negatif saat melawan Yangon Galacticos (Myanmar) di laga sebelumnya.
Midlaner Onic, Sanz, mengakui adanya penurunan performa saat bertanding di panggung resmi. Menurutnya, koordinasi tim tidak berjalan serapi saat mereka menjalani sesi latihan.
“Persiapan kami sudah lumayan bagus. Namun di turnamen kami tidak bermain seperti biasa. Cara kami bermain di turnamen berbeda dengan di scrim. Kami belum tahu kenapa tiba-tiba cara bermain kami kacau di turnamen,” ujar Sanz.
Senada dengan Sanz, Goldlaner Onic, Skylar, menanggapi kritik pedas dari netizen dengan kepala tegak. Ia menegaskan bahwa tim akan menggunakan kritik tersebut sebagai bahan bakar untuk bangkit dan meminta dukungan penuh dari para penggemar.
“Kami menerima kekalahan. Tidak apa-apa kalau dihujat. Pesan buat Sonic, tetap dukung kami karena kami belum berakhir, masih ada match,” tegas Skylar.
Nasib berbeda justru dialami wakil Indonesia lainnya, Alter Ego. Tim yang diperkuat oleh Nino dkk ini telah memastikan diri melaju ke babak Knockout Stage dengan rekor sempurna setelah menyapu bersih kemenangan atas Aurora Gaming, Black Sentence Esports, dan Yangon Galacticos.

