Jakarta – Lampu-lampu Stadion Da Luz di Lisbon seolah meredup ketika sebuah sepakan melengkung nan indah meluncur mulus ke pojok gawang pada menit ke-50. Di tengah riuhnya pendukung tuan rumah, seorang pria Brasil menari dengan percaya diri, merayakan momen yang membuat seisi stadion terbungkam.
Real Madrid tidak butuh banyak drama untuk membuktikan statusnya sebagai raja Eropa, cukup dengan satu sentuhan magis yang mengubah malam di Portugal menjadi milik tim tamu.
Dominasi Tanpa Henti Si Putih
Sejak peluit pertama berbunyi, raksasa Spanyol langsung menggebrak pertahanan lawan. Kylian Mbappe nyaris membuka keunggulan melalui tembakan keras yang memaksa kiper Benfica, Anatoliy Trubin, melakukan penyelamatan heroik.
Benfica sempat mencoba membalas lewat sundulan Tomas Araujo, namun bola yang meluncur lemah dengan mudah diamankan oleh Thibaut Courtois.
Tekanan demi tekanan terus dilancarkan anak asuh Carlo Ancelotti. Bintang muda Arda Guler pun tak mau ketinggalan dengan melepaskan tembakan jarak jauh yang lagi-lagi dimentahkan oleh Trubin.
Hingga turun minum, skor kacamata tetap bertahan meski Real Madrid mendominasi jalannya laga secara total.
Sihir Vinicius dan Tembok Trubin
Kebuntuan akhirnya pecah lima menit setelah babak kedua dimulai. Vinicius Junior mencatatkan namanya di papan skor melalui tendangan indah yang tak mampu dijangkau penjaga gawang lawan.
Namun, pertandingan sempat diwarnai ketegangan hingga terhenti sekitar sembilan menit akibat insiden yang melibatkan sang pencetak gol.
Meskipun tertinggal, Anatoliy Trubin tampil luar biasa dengan berulang kali mementahkan peluang emas tambahan dari Vinicius.
Benfica berusaha keras menyamakan kedudukan di sisa waktu, namun pertahanan disiplin Madrid menjaga skor 1-0 hingga peluit panjang berbunyi.
Pertempuran hidup mati akan berlanjut di Stadion Santiago Bernabeu pada Rabu pekan depan, di mana Benfica wajib menang dengan selisih minimal dua gol.

