JAKARTA – Baru-baru ini, alasan Erik ten Hag kritik Cristiano Ronaldo saat masih membela Manchester United kembali menjadi perbincangan hangat di kalangan pencinta sepak bola. Mantan pelatih MU tersebut membeberkan bahwa sang megabintang Portugal tampil mengecewakan karena fisiknya tidak bugar untuk menghadapi ketatnya kompetisi musim 2022/2023.
Usut punya usut, performa Cristiano Ronaldo di MU pada periode keduanya memang tidak berjalan mulus sesuai harapan awal. Melalui wawancara terbarunya bersama The Athletic pada hari Rabu, Ten Hag membeberkan secara gamblang kenapa Ronaldo tinggalkan Manchester United kala itu. Legenda hidup sepak bola ini dinilai kesulitan memberikan kontribusi maksimal lantaran persiapan pramusimnya tidak matang.
“Dia mengecewakan tim dan juga mengecewakan saya, karena kami telah menyusun rencana dengannya,” kata Ten Hag terkait mandeknya keran gol Ronaldo yang hanya mencetak satu gol dari 10 penampilan Liga Inggris di musim tersebut.
Akar Masalah: Bukan Soal Taktik, Tapi Persiapan Fisik
Ten Hag dengan tegas membantah rumor yang menyebut dirinya memaksa pemain berusia 41 tahun itu untuk melakukan pressing tinggi hingga kelelahan. Menurut pelatih asal Belanda ini, masalah utamanya murni berada pada kesiapan fisik Ronaldo sendiri.
Dalam beberapa kesempatan, Ten Hag mengaku sudah berbicara dari hati ke hati dengan mantan bintang Real Madrid tersebut untuk mencari jalan keluar.
“Berkali-kali saya katakan, ‘Ronnie, semua orang ingin bekerja untuk membawamu ke posisi yang tepat. Namun, bila kamu tidak bisa membawa dirimu sendiri ke dalam kotak penalti, kamu tidak akan bisa mencetak gol.’ Dia tidak mampu melakukan itu,” tegas Ten Hag.
Kondisi fisik yang tidak ideal membuat pergerakan Ronaldo di lapangan menjadi sangat terbatas. “Dia tidak berlari, baik saat tim menguasai bola maupun ketika tidak menguasai bola. Alasannya adalah karena dia tidak mempersiapkan dirinya dengan baik,” tambahnya.
Meski melontarkan kritik tajam, Ten Hag tetap mengakui status Ronaldo sebagai salah satu pesepak bola terbaik sepanjang masa. Keputusan mencoret sang bintang murni didasarkan pada profesionalitas demi menjaga keseimbangan tim.
“Saya sangat menghormatinya. Namun, saat itu, sebagai pelatih, saya harus mengambil keputusan rasional dan mempertahankan para pemain yang saya kagumi di dalam tim,” ujar eks pelatih Ajax tersebut.
Nasib Berbeda di 2026: Rekor 1.000 Gol dan Pulang Kampung
Setelah drama pemutusan kontrak pada November 2022, jalan karier kedua sosok ini mengarah ke kutub yang benar-benar berbeda. Ronaldo langsung hijrah ke Arab Saudi bergabung dengan Al-Nassr, sukses mencetak 14 gol dalam 16 laga perdananya, dan kini semakin dekat dengan rekor gila 1.000 gol sepanjang kariernya dengan selisih hanya 19 gol lagi.
Ronaldo dijadwalkan kembali merumput bersama Al-Nassr di Saudi Pro League pada 20 Oktober 2026. Ia baru saja menyelesaikan masa hukuman larangan bermain 30 hari dari federasi sepak bola Portugal usai berselisih dengan pelatih timnas, Jorge Jesus, pada medio Oktober ini.
Di sisi lain, perjalanan manajerial Erik ten Hag pasca-MU terbilang terjal. Setelah dipecat Setan Merah pada Oktober 2024, ia sempat mencoba peruntungan di Bundesliga. Namun, petualangannya bersama Bayer Leverkusen hanya bertahan tiga pertandingan sebelum akhirnya dipecat pada September 2025. Kini, Ten Hag memilih pulang kampung dan menjabat sebagai direktur teknik di klub Eredivisie Belanda, Twente.

