Akar Masalah: Bukan Soal Taktik, Tapi Persiapan Fisik
Ten Hag dengan tegas membantah rumor yang menyebut dirinya memaksa pemain berusia 41 tahun itu untuk melakukan pressing tinggi hingga kelelahan. Menurut pelatih asal Belanda ini, masalah utamanya murni berada pada kesiapan fisik Ronaldo sendiri.
Dalam beberapa kesempatan, Ten Hag mengaku sudah berbicara dari hati ke hati dengan mantan bintang Real Madrid tersebut untuk mencari jalan keluar.
“Berkali-kali saya katakan, ‘Ronnie, semua orang ingin bekerja untuk membawamu ke posisi yang tepat. Namun, bila kamu tidak bisa membawa dirimu sendiri ke dalam kotak penalti, kamu tidak akan bisa mencetak gol.’ Dia tidak mampu melakukan itu,” tegas Ten Hag.
Kondisi fisik yang tidak ideal membuat pergerakan Ronaldo di lapangan menjadi sangat terbatas. “Dia tidak berlari, baik saat tim menguasai bola maupun ketika tidak menguasai bola. Alasannya adalah karena dia tidak mempersiapkan dirinya dengan baik,” tambahnya.
Meski melontarkan kritik tajam, Ten Hag tetap mengakui status Ronaldo sebagai salah satu pesepak bola terbaik sepanjang masa. Keputusan mencoret sang bintang murni didasarkan pada profesionalitas demi menjaga keseimbangan tim.
“Saya sangat menghormatinya. Namun, saat itu, sebagai pelatih, saya harus mengambil keputusan rasional dan mempertahankan para pemain yang saya kagumi di dalam tim,” ujar eks pelatih Ajax tersebut.

