JAKARTA – Kejutan besar datang dari rumput Serie A akhir pekan ini. Franco Mastantuono baru saja bikin geger dunia sepak bola setelah sukses mematahkan rekor milik sang legenda hidup, Lionel Messi.
Pemain muda asal Argentina ini resmi mencatatkan namanya sebagai pemain Argentina termuda yang berhasil mencetak hattrick di lima liga top Eropa. Momen bersejarah ini tercipta saat Fiorentina sukses menggebuk Venezia dengan skor telak 4-2 pada pertandingan hari Sabtu lalu.
Hattrick Bersejarah Mastantuono: Geser Takhta La Pulga
Bayangkan saja, Mastantuono memborong tiga gol di usianya yang baru menginjak 19 tahun 28 hari. Angka ini membuatnya 231 hari lebih muda dibandingkan saat Messi mencetak hattrick perdananya untuk Barcelona pada 10 Maret 2007 silam.
Menariknya lagi, trigol ini adalah torehan perdana Mastantuono berseragam La Viola sejak ia didatangkan sebagai pemain pinjaman berdurasi satu musim dari Real Madrid bulan lalu. Saking tajamnya, torehan tiga gol dalam satu laga ini langsung menyamai total gol yang ia kumpulkan selama membela Los Blancos sepanjang musim lalu (lima gol dari 35 penampilan).
Drama Comeback Epik Fiorentina vs Venezia
Laga ini sebenarnya tidak dimulai dengan mudah bagi Fiorentina. Venezia, yang datang dengan bayang-bayang tiga kekalahan beruntun, sempat memberikan kejutan di awal laga. Mereka mencuri keunggulan lebih dulu di menit ke-22 lewat sepakan Akor Adams, memanfaatkan skema umpan ciamik yang diotaki oleh gelandang asal Amerika Serikat, Gianluca Busio.
Namun, Mastantuono tampil sebagai pahlawan yang merusak pesta kecil Venezia. Hanya butuh waktu satu menit 38 detik di sekitar menit ke-30 bagi sang wonderkid untuk membalikkan keadaan. Dua gol kilatnya ini tidak hanya bikin Venezia syok, tapi juga menjadikannya pemain termuda Fiorentina yang pernah mencetak lebih dari satu gol dalam satu pertandingan.
Memasuki babak kedua, dominasi tuan rumah makin tak terbendung. Mateo Pellegrino ikut unjuk gigi dengan mencetak gol ketiga Fiorentina, yang juga jadi gol keduanya dalam dua laga terakhir. Enam menit sebelum peluit panjang berbunyi, Mastantuono akhirnya menyempurnakan mahakaryanya dengan gol ketiga, mengunci status hattrick di laga tersebut.
Venezia sempat memperkecil ketertinggalan lewat gol telat Antoine Hainaut, namun itu belum cukup. Kekalahan ini membuat Venezia makin terpuruk di dasar klasemen Serie A tanpa raihan satu poin pun, sementara tambahan tiga poin berharga ini sukses mendongkrak posisi Fiorentina ke peringkat 15.
Perjalanan Karier Mastantuono: Dari River Plate ke Real Madrid
Nama Franco Mastantuono sebenarnya sudah lama masuk radar pencari bakat sebagai salah satu permata terbaik Argentina. Bakatnya mekar bersama River Plate, di mana ia mencicipi debut senior di usia yang sangat belia, 16 tahun. Ia bahkan sudah memecahkan rekor sebagai pemain termuda yang dipanggil ke timnas senior Argentina pada Juni 2025 lalu.
Pesona sang wonderkid membuat raksasa Spanyol, Real Madrid, rela sikut-sikutan dengan Paris Saint-Germain untuk mendapatkan tanda tangannya. Madrid akhirnya memenangkan perburuan tersebut dan mengikat Mastantuono dengan kontrak panjang selama enam tahun.
Sayangnya, musim perdananya di Santiago Bernabeu tidak berjalan mulus. Ia kesulitan mendapat menit bermain dan gagal memberikan dampak signifikan, yang berujung pada dicoretnya nama Mastantuono dari skuad Timnas Argentina untuk ajang Piala Dunia.
Kini, lewat masa peminjamannya di Italia, Mastantuono seolah mengirimkan pesan keras ke Madrid dan dunia: sang bintang muda telah kembali, dan ia siap menuliskan sejarahnya sendiri.

