Diskusi tersebut juga dirancang untuk memperluas pemahaman mengenai hubungan antara teknologi, pertahanan, dan masyarakat. Sebab, ancaman siber berbasis AI tidak hanya menyasar sistem, tetapi juga memanfaatkan kebiasaan, perilaku, serta relasi sosial manusia sebagai jalur serangan.
Atas dasar itu, penguatan literasi digital dipandang sebagai bagian dari pertahanan siber, bukan sekadar agenda edukasi masyarakat.
“Ruang siber tidak hanya menjadi arena interaksi sosial, tetapi juga ruang kontestasi yang dapat dimanfaatkan untuk memengaruhi kepercayaan publik dan stabilitas nasional,” demikian kerangka pemikiran yang menjadi dasar penyelenggaraan diskusi.
Diskusi strategis tersebut berlangsung dalam tiga rangkaian utama. Sesi pertama membahas transformasi peperangan asimetris dan penguatan strategi pertahanan di era AI. Sesi kedua menghadirkan simulasi dan demonstrasi aplikasi berbasis AI untuk memperlihatkan karakter ancaman sekaligus pemanfaatannya dalam pertahanan siber. Sementara sesi ketiga membahas ketahanan komunitas dalam menghadapi ancaman siber berbasis AI.
Selain Rektor Unhan RI, Kepala BSSN dan Dekan FSP Unhan RI, sesi strategis turut menghadirkan Mayjen TNI Ari Yulianto, S.IP., M.H.I., Kepala Badan Informasi dan Komunikasi Intelijen Pertahanan Kementerian Pertahanan RI juga Dr. Pratama Dahlan Persadha, Chairman CISSReC.
Perspektif ketahanan komunitas turut diperkaya Dr. Prabaswari, S.ST., M.M., Biondi Sanda Sima, S.IP., M.Sc., LL.M., dan Monica Nila Sari, Ph.D., sementara keseluruhan rangkaian diskusi dipandu oleh Dr. Fauzia Gustarina Cempaka Timur, M.Si.(Han), dan M. Danu Winata, M.A., M.Han
Komposisi peserta juga lintas sektor dengan melibatkan sivitas akademika Unhan RI, perguruan tinggi mitra, lembaga think tank, komunitas keamanan siber, alumni Unhan RI, serta mahasiswa.
Melalui forum tersebut, Prodi Magister Peperangan Asimetris FSP Unhan RI mendorong agar perkembangan AI ditempatkan dalam kerangka yang lebih luas: bukan sekadar perlombaan menguasai teknologi, melainkan bagian dari transformasi strategis pertahanan nasional.

