Menurutnya, pola kemitraan tersebut sekaligus dapat memperkuat struktur ekonomi daerah karena manfaat investasi tidak hanya terkonsentrasi pada perusahaan pemodal, tetapi turut mengalir kepada pelaku usaha lokal.
Jangan Sampai Investasi Minim Serap Tenaga Kerja Lokal
Selain UMKM, AYP juga menyoroti pentingnya penyerapan tenaga kerja lokal. Ia menilai keberadaan perusahaan besar di daerah semestinya berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia setempat.
“Jangan sampai ada perusahaan besar tetapi seluruh pekerja teknis didatangkan dari luar daerah. Kondisi seperti ini berpotensi menimbulkan konflik sosial. Karena itu, pemberdayaan SDM lokal harus menjadi bagian dari indikator keberhasilan investasi,” ujarnya.
Perusahaan yang berinvestasi di daerah perlu memiliki komitmen untuk melakukan pelatihan, peningkatan keterampilan, hingga membuka jalur rekrutmen bagi masyarakat setempat. Dengan begitu, investasi tidak hanya membawa modal dan teknologi, tetapi juga meningkatkan kualitas SDM daerah.
Karena itu, dia berharap aspek kemitraan dengan UMKM, penyerapan tenaga kerja lokal, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat menjadi bagian penting dalam penilaian kinerja pemerintah daerah maupun kementerian/lembaga terkait percepatan pelaksanaan investasi.
“Ketika investasi mampu menggerakkan seluruh pelaku usaha dan masyarakat lokal ikut menikmati manfaatnya, maka di situlah investasi benar-benar menjadi instrumen pembangunan yang berkelanjutan,” tutupnya.

