“Presiden Prabowo meminta agar diskusi bersama Kadin dilakukan secara berkala setiap tiga bulan dengan pembahasan yang lebih spesifik. Ini menunjukkan keterbukaan pemerintah kepada dunia usaha sekaligus memperkuat komunikasi dalam menyelesaikan berbagai persoalan ekonomi,” ujarnya.
Ia mengatakan Presiden juga menekankan pentingnya membangun konsep Indonesia Incorporated, yakni sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional melalui semangat gotong royong.
Dalam dialog tersebut, Kadin menyampaikan berbagai masukan mengenai kepastian hukum, iklim investasi, penyederhanaan regulasi, hingga kebijakan perpajakan, yang mendapat respons positif dari Presiden maupun para menteri Kabinet Merah Putih yang hadir.
“Bapak Presiden memberikan peluang yang sangat besar kepada sektor swasta. Kami berharap pelaku usaha dapat dilibatkan secara penuh dalam pembangunan sehingga kebijakan yang diambil benar-benar mampu memperkuat investasi, mempercepat eksekusi regulasi, dan meningkatkan daya saing ekonomi nasional,” katanya.
Andi menambahkan, Kadin juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung berbagai program prioritas pemerintah, termasuk Program Makan Bergizi Gratis, pembangunan perumahan, serta penguatan ketahanan pangan sebagai upaya menghadapi ketidakpastian geopolitik global.
“Kolaborasi yang semakin erat antara pemerintah dan dunia usaha akan menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional sekaligus mewujudkan target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8 persen,” tutupnya.

